Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai efektif turunkan angka kasus penularan baru covid-19. Melihat hal tersebut, anggota DPR Komisi VI dari Faksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar menilai pemerintah perlu memperluas cakupan wilayah PSBB agar pandemi covid-19 dapat tuntas sesegera mungkin.
"PSBB terlihat efektif sehingga harus diperluas. Saat ini Jawa Barat saya dengar mau total PSBB. Selanjutnya Jawa Tengah perlu mempertimbangkan langkah yang sama," tutur Marwan saat dihubungi di Jakarta, Minggu (3/5).
Marwan menjelaskan, penuntasan pandemi covid-19 perlu didukung oleh peraturan yang tegas. Hal tersebut dibutuhkan untuk meminimalisir kasus penularan baru covid-19. Selain aturan PSBB, penegakan aturan juga berlaku terhadap larangan mudik yang sudah di keluarkan oleh pemerintah.
"Penerapan aturan larangan mudik tentu harus tegas. Covid ini kan bencana non-alam yang sifatnya esponensial, jadi harus tegas. Jangan sampai aturan larangan mudik dilonggarkan yang justru beresiko menggeser episentrum Covid-19 dari Jakarta ke daerah," tuturnya.
Selain itu, Marwan juga mmenyarankan agar segera dibuat protokol kesehatan khusus untuk isolasi mandiri. Karena isolasi mandiri jadi salah satu kunci untuk meredam persebaran corona.
Baca juga : Covid-19 Mendorong Dunia Pendidikan Siap Hadapi Perubahan
"Perlu ada protokol kesehatan untuk isolasi mandiri. Ini penting karena di luar banyak orang tanpa gejala (OTG) yang bisa jadi carrier," kata mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggl, dan Transmigrasi itu
Ia lantas meminta BUMN di bidang farmasi diberi tugas pengadaan alat pelindung diri (APD). Harus dipastikan ketersediaan APD aman sampai Juni bahkan sampai akhir tahun. Perlu ada roadmap pengadaan yang sesuai dengan perencanaan dan analisis berdasarkan data yang akurat.
"Perlu juga ini tugas BUMN yang bertugas mengimpor APD. Justru menurut saya impor harus mulai dikurangi dan memperkuat produksi dalam negeri. Misalnya kerja sama dengan perguruan tinggi membuat ventilator. Membuat APD dengan industri tekstil, jadi menghidupkan UMKM yang sedang kolpas ini," imbuhnya
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md mengemukakan pemerintah sedang memikirkan relaksasi PSBB sebagai tanggapan atas keluhan masyarakat yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas saat pembatasan sosial. Pemerintah menilai bila masyarakat terlalu dikekang dapat menimbulkan stres yang akhirnya berdampak menurunkan imunitas serta membuat tubuh menjadi lemah.
"Kita tahu ada keluhan ini sulit keluar, sulit berbelanja, dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kita sedang memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB," kata Mahfud saat siaran langsung melalui Instagram-nya, @mohmahfudmd, Sabtu (2/5).
Pelonggaran-pelonggaran aktivitas pada relaksasi PSBB itu seperti mengizinkan rumah makan untuk buka, namun dengan menerapkan protokol tertentu. Menurutnya, imunitas masyarakat bisa menurun jika masyarakat merasa stres karena dikekang dengan aturan PSBB. (OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved