Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, serta ventilator untuk membantu pasien Covid-19 dengam kondisi kritis, kini jadi perhatian serius pemerintah.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan berusaha memenuhi 2 kebutuhan itu lewat impor dan mendorong industri dalam negeri memproduksinya lebih banyak.
"APD masih tidak mencukupi, kita memerlukan jutaan atau sekurang-kurangnya ratusan ribu. Menurut rapat tadi kalau diperkiran secara pesimis misalnya situasi ini berlangsung sampai sekian bulan itu kita memerlukan jutaan," kata Mahfud melalui keterangan resmi, Jumat (27/3).
Kesehatan tenaga medis, kata Mahfud turut menjadi perhatian pemerintah karena mereka garda terdepan dalam menangani wabah Covid-19 yang kini sudah menginfeksi 1.046 orang di Indonesia.
Baca juga : KLHK Borong Produk Petani Hutan untuk Tenaga Medis Korona
Ia menegaskan, pemerintah sudah memutuskan untuk lebih keras mendapatkan APD di pasar internasional. Di samping itu, industri dalam negeri telah diminta memproduksi alat wajib pencegahan covid-19 bagi tenaga medis tersebut secara massal.
"Pertama ada APD yang diproduksi dari luar negeri atau impor dari dalam negeri banyak yang sudah siap, dalam waktu dekat sudah mulai memproduksi. Pemerintah baru saja rapat tadi seharian ini untuk itu dan semuanya sudah siap dan Insyallah dalam waktu yang tidak lama bukan hanya APD tapi ventilator juga bisa terpenuhi," paparnya.
Menurut dia, kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi semua negara memperebutkan APD dan ventilator.
"Menurut catatan memang yang gagal sembuh itu mereka yang tidak kebagian ventlator karena masih antre dan sebagainya atau barangnya kurang. Nah ini sedang kita datangkan," pungkasnya. (OL-7)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Tambang Emas Gosowong yang dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggelar apel pembukaan di lapangan sepak bola Gosowong
KERJA keras Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumatra Utara mendapat dukungan Temasek Foundation Singapore
Adanya tambahan dana pilkada seharusnya protokol kesehatan ditingkatkan agar tidak terjadi peningkatan pasien covid-19.
Penggalangan dana telah dimulai sejak 29 April 2020, dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp310.662.352. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk 10.000 masker kain dan 500 set APD lengkap.
RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, meminta dana insentif covid-19 bagi para petugas instalasi pemulasaraan jenazah segera dicairkan oleh Kementerian Kesehatan.
Kegiatan tersebut berupa pembagian bantuan alat pelindung diri (APD) di fasilitas umum terutama sekolah dan tempat keramaian lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved