Jumat 27 Maret 2020, 20:17 WIB

KLHK Borong Produk Petani Hutan untuk Tenaga Medis Korona

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
KLHK Borong Produk Petani Hutan untuk Tenaga Medis Korona

Dok KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membeli produk hasil usaha petani hutan, untuk disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas di garda terdepan penanganan covid-19

Produk hasil hutan untuk menjaga daya tahan tubuh ini juga dibagikan kepada jurnalis yang tetap menjalankan tugas di tengah pandemi.

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, disiapkan 2.000 paket produk herbal yang disalurkan ke berbagai RS rujukan pasien korona. Selain itu 5.000 paket lainnya juga disediakan lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing-masing wilayahnya, dengan total anggaran mencapai Rp780 juta.

''Produk-produk ini dibeli dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) binaan KLHK di seluruh Indonesia. Dibagikan secara gratis kepada tenaga medis di rumah sakit yang sedang berjuang mengobati pasien korona,'' kata Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, (27/3).

Untuk tahap awal, apar Siti, telah diserahkan oleh Direktur Jenderal PSKL KLHK Bambang Supriyanto, dukungan 200 paket suplemen peningkat daya tahan tubuh yang diterima oleh Dr. Muhammad Syahril, selaku Direktur Utama RSPI Prof. Dr. Sulianti Suroso, di Sunter, Jakarta Utara.

''Kami juga bagikan kepada rekan-rekan jurnalis yang bertugas,'' tambahnya.

Produksi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang dibagikan antara lain jahe instan, wedang uwuh, temulawak, madu, minyak kayu putih, gula semut, minuman serta makanan lain yang mengandung banyak vitamin C.

Berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam.

Dengan pendampingan melalui program perhutanan sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Produk juga telah diteliti secara ilmiah kandungan antioksidan dan pelbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan mikroogranisme penyebab penyakit.

''Kami terus dorong petani hutan untuk meningkatkan produksinya, karena peminatnya juga semakin banyak. Dengan begitu ekonomi rakyat terus bergerak di tengah tantangan menghadapi pandemi korona ini,'' sebut Menteri Siti.

Untuk mendukung keberlangsungan produk dan meningkatkan kualitas petani hutan, KLHK juga menyiapkan bantuan alat ekonomi produktif yang akan disebarkan kepada kelompok-kelompok tani hutan di lima wilayah Balai Perhutanan Sosial. Diantaranya di Sumatera, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua-Maluku.

Alat ekonomi produktif dimaksud berupa penunjang alat-alat kerja petani untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan kawasan hutan. Ini akan membantu ekonomi para petani hutan untuk tetap bertahan di masa-masa sulit menghadapi pandemi korona.

Adapun besaran anggaran yang disiapkan mencapai Rp47 miliar, berupa pengadaan 470 alat ekonomi produktif dan Rp50 miliar melalui peningkatan kapasitas pembangunan Perhutanan Sosial Nasional atau “Bang Pesona” untuk modal usaha.

Dengan berbagai langkah ini diharapkan masyarakat mendapatkan nilai tambah produknya.

''Pemerintah siap menyerap produk dari petani hutan untuk didistribusikan, dengan prioritas untuk membantu tenaga medis dan pejuang lainnya di garda terdepan,'' paparnya.

KLHK terus melakukan berbagai upaya penanggulangan penyebaran virus korona dengan berbagai cara. Sebelumnya, untuk kemudahan mobilisasi penyaluran bantuan dan kegiatan penyemprotan disinfektan, KLHK menyalurkan bantuan 10 unit motor roda tiga kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat. Bantuan ini langsung digunakan oleh petugas PMI untuk operasional di berbagai wilayah Kota Jakarta.

KLHK juga berhasil memproduksi disinfektan dan hand sanitizer dari cuka kayu dan cuka bambu. Produk berbahan alami ini sedang disiapkan untuk diproduksi massal.

Selain itu juga dilakukan upaya pencegahan penyebaran virus korona yang dilakukan serentak di seluruh satker, baik pusat maupun daerah, dengan kerjasama melibatkan semua pihak termasuk pihak swasta.(OL-2)

Baca Juga

ANTARA/Syaiful Arif

Kemenag Siapkan Protokol Kesehatan untuk Pesantren

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:45 WIB
Penyusunan protokol kesehatan dilakukan guna menghindari warbah covid-19 merebak di lingkungan...
Ist/Dok.MI

Ikatan Pesantren Indonesia Tunggu Protokol Kesehatan Normal Baru

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:10 WIB
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan pemerintah sedang mengkaji untuk kembali membuka pesantren secara...
MI/Dwi Apriani

Sebanyak 63 Ribu Desa Telah Terima BLT

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:00 WIB
"Jumlah ini artinya sudah 85% dari total 74.953...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya