Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL analisa media sosial dan platform online yang berbasis teknologi big data, Drone Emprit, menemukan kurang pedulinya publik dengan isu perlindungan data pribadi. Isu ini diukur setelah pemerintah menyerahkan RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR RI untuk dilakukan pembahasan.
Meski demikian, temuan ini juga memperlihatkan bahwa di tengah kurang pedulinya pada isu perlindungan data pribadi, publik justru lebih memberi perhatian pada kasus pencurian data.
"Kalau disimpulkan, maka topik #RUUPDP dan Perlindungan #DataPribadi memang kurang mendapat perhatian yang besar dari publik dibandingkan dengan pemberitaan di media. Meski demikian, publik punya concern yang sangat besar terhadap pencurian atau penyalahgunaan data pribadi," ungkap pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi melalui akun twitternya @ismailfahmi, Selasa (11/2).
Baca juga: RUU Data Pribadi Penting Segera Dibahas di DPR
Dijelaskan Fahmi, selama kurang lebih 30 hari terakhir setelah RUU PDP diserahkan ke DPR RI, ada perbedaan hasil amatan antara apa yang berkembang pada pemberitaan media daring dengan yang terjadi di media sosial.
"Kalau dibandingkan antara media online dan sosial, topik penting mereka cukup berbeda. Media online lebih concern dengan isu "perlindungan" dan "RUU". Sementara media sosial (Twitter) dengan topik "pencurian" baru "perlindungan" (ini pun karena peran media)," paparnya.
Dengan temuan ini, Fahmi berharap narasi kampanye perlindungan data pribadi perlu digalakkan lagi. Menurut dia, RUU PDP bisa menjawab permasalah publik soal pencurian dan penyalahgunaan data pribadi yang menjadi perhatian publik.
"Maka tentu saja narasi kampanye untuk membangun kesadaran pentingnya perlindungan data pribadi perlu banyak dihubungkan dengan masalah pencurian data biar publik mendukung," pungkas Ismail.(OL-5)
Google digugat di California atas dugaan fitur AI-nya membocorkan informasi kontak korban Jeffrey Epstein. Kasus ini menjadi preseden penting bagi tanggung jawab hukum perusahaan teknologi
Sebanyak 88,5% serangan bertujuan untuk mendapatkan nama pengguna (username) dan kata sandi (password) dari berbagai akun daring.
Di tengah kondisi tersebut, teknologi pemantauan skor kredit seperti SkorKu menjadi relevan.
PELINDUNGAN data pribadi merupakan fondasi utama ekonomi digital. Kepercayaan digital adalah mata uang baru dalam ekonomi berbasis data.
Bot berbasis AI di media sosial dan aplikasi perpesanan menyamar sebagai pengguna asli, melibatkan korban dalam percakapan berkepanjangan untuk membangun kepercayaan.
Ia menyebut, kebocoran data pribadi warga yang berulang di berbagai platform digital menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap hak privasi masyarakat.
UNIT Reskrim Polsek Jagakarsa mengamankan dua orang pria berinisial WH (48) dan TA (40) setelah melakukan percobaan pencurian di sebuah rumah kosong milik warga.
Memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik berlangsung tenang dan nyaman.
Akibat pencurian tersebut, korban yang bernama Sabiyem (80), petani di Desa Borongan, mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.
Dengan membuat kunci duplikat, tersangka dapat leluasa keluar-masuk rumah korban, yang merupakan sahabatnya sendiri, saat korban sedang tidak berada di tempat.
Aksi pencurian yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) ini mengakibatkan korban merugi hingga Rp300 juta.
Rikwanto memberikan analogi mengenai fungsi CCTV di lingkungan masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, rekaman kejadian adalah bukti yang tidak terbantahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved