Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara kembali melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) pada Selasa (7/1).
Ada dua pesawat yang digunakan dalam operasi tersebut, yakni Casa 212 dan CN 295. Keduanya membawa bahan semai garam (NaCl) dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma. Pesawat Casa 212 membawa 800 kg garam, sedangkan CN 295 mengangkut 2,4 ton.
Penyemaian garam dari pesawat Casa 212 masih dilakukan secara manual. Sedangkan untuk pesawat CN 295, garam-garamnya diletakkan ke dalam empat buah console dengan total delapan wadah. Garam tersebut disemai ke luar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Pesawat Casa 212 dan CN 295 pada hari ini masing-masing terbang sebanyak empat kali. Penerbangan kedua CN 295 sempat tertunda akibat hujan deras di Lanud Halim Perdanakusuma dan baru bisa take off sekitar pukul 14.23 WIB.
Penerbangan tersebut diisi oleh 12 kru dari TNI AU dan dua anggota BPPT. Pantauan Media Indonsia, penyemaian garam mulai dilakukan pada pukul 14.50 WIB.
Baca juga : Tekan Curah Hujan Jabodetabek, BPPT Semai 3.200 Kg Garam
Menurut Profesor Meteorologi Klimatologi BPPT, Edvin Aldrian, pesawat CN 295 menyemai garam pada awan cumolonimbus di sekitar Selat Sunda.
"Ke Selat Sunda, ke Lampung Tenggara. Karena kan ada siklonnya di Nusa Tenggara, jadi anginnya ke timur. Jadi kita ke sebelah barat Jakarta," terang Edvin di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (7/1).
Saat menaburkan garam dari dalam pesawat, para kru memukulkan console yang terbuat dari bahan stainless steel tersebut dengan menggunakan palu.
Menurut Lettu Shahrul Rahmad, salah satu kru dalam penerbangan tersebut, hal itu dilakukan untuk memperlancar jatuhnya garam dari atas pesawat.
"Garamnya ini suka gumpal, karena bentuknya sperti tepung. Kalau dingin dia berubah jadi padat. Jadi untuk antisipasinya, dipukul pakai palu," kata Shahrul.
Edvin beeharap usaha yang dilakukn pihaknya dapat menurunkan hujan disekitar lokasi penyemaian garam. Hal tersebut untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang akan masuk ke Jakarta.
"Kami harap yang turun di sekitar yang disemai, jadi dekat Selat Sunda. Diharapkan hujannya dikurangi agar bisa dijatuhkan sebelum Jakarta.
Baca juga : BNPB Siapkan 6,4 Ton Garam untuk Halau Awan
Sementara itu, Mayor Penerbang Anto Ngimron menjelaskan pesawat yang diawakinya melakukan penyemaian antara ketinggian 10-11 ribu kaki.
"Tadi kita seeding garamnya di ketinggian 10.000 feet, kemudian sesaat kita juga sempat naik ke 11.000 feet yang di area selatan Lampung yang tadi awannya besar-besar di situ, yang arah anginnya mau masuk Pulau Jawa," jelas Ngimron.
TMC dengan menyemai garam masih akan terus dilakukan hingga beberapa hari ke depan. Menurut Edvin, hal tersebut didasarkan oleh perhitungan BMKG.
"Basis berdasarkan BMKG itu masih sampai tanggal belasan Januari, minimal dua mingguan lah," pungkas Edvin.
Pesawat CN 295 kembali mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma tepat pukul 16.00 WIB. (OL-7)
Hal yang harus dilakukan adalah menjalin kerja sama antar negara.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengerjakan berbagai tugas dan memecahkan masalah.
"Tuntutan kita tidak banyak. Di masa pandemi seperti ini tentunya kita sangat keberatan adanya pemutusan kontrak. Kita tidak menuntut pesangon, kita hanya minta dipekerjakan kembali."
Handoko menyebut bahwa dalam kontrak yang ditandatangani para awak sudah tertera kesepakatan itu. Para awak juga bisa memutus atau mengakhiri kontrak mereka secara sepihak.
Satu unit teknologi Arsisnum diperuntukkan bagi Rumah Singgah Gelora Serayu Banyumas, sebuah rumah yang digratiskan bagi keluarga pasien yang menunggu di RS.
Saat ini operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) sedang berlangsung di Kalimantan Barat sejak 17 September 2021
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved