Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUT asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan di Riau diharapkan dapat segera ditanggulangi. Pemerintah tidak ingin asap tersebut menimbulkan permasalahan dengan negara tetangga.
Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (16/9). Menurut dia, pencegahan dilakukan agar asap tidak menyeberang ke negara tetangga.
"Kita bergerak cepat. Ini masalah darurat kebakaran. Kalau tidak ditangani dengan cepat, tidak ditangani sistematis dan dengan suatu dukungan-dukungan yang memadai maka tentu kita akan kedodoran," ujar Wiranto.
Baca juga: Wiranto: Presiden Gelar Rapat Karhutla di Riau
Oleh karena itu, sambung dia, TNI juga dilibatkan untuk mengerahkan pesawat membantu proses pembuatan hujan buatan. Selain pesawat, pemerintah juga mengerahkan helikopter milik sejumlah pihak termasuk swasta.
"Semuanya sudah kita minta untuk berpartisipasi. Helikopter jumlahnya 52 unit, 2 Cassa dari TNI AU, 1 CN 235, dan ditambah Hercules. Sehingga memang pemerintah sudah melakukan langkah-langkah yang luar biasa total, yaitu menanggulangi kebakaran," pungkasnya. (Gol)
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Selain modul ambulans, Prabowo memerintahkan TNI agar ditambah alat penanggulangan bencana. Khususnya saat kebakaran.
WAKIL Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki memberikan semangat pada seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengelola kawasan hutan,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved