Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUT asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan di Riau diharapkan dapat segera ditanggulangi. Pemerintah tidak ingin asap tersebut menimbulkan permasalahan dengan negara tetangga.
Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (16/9). Menurut dia, pencegahan dilakukan agar asap tidak menyeberang ke negara tetangga.
"Kita bergerak cepat. Ini masalah darurat kebakaran. Kalau tidak ditangani dengan cepat, tidak ditangani sistematis dan dengan suatu dukungan-dukungan yang memadai maka tentu kita akan kedodoran," ujar Wiranto.
Baca juga: Wiranto: Presiden Gelar Rapat Karhutla di Riau
Oleh karena itu, sambung dia, TNI juga dilibatkan untuk mengerahkan pesawat membantu proses pembuatan hujan buatan. Selain pesawat, pemerintah juga mengerahkan helikopter milik sejumlah pihak termasuk swasta.
"Semuanya sudah kita minta untuk berpartisipasi. Helikopter jumlahnya 52 unit, 2 Cassa dari TNI AU, 1 CN 235, dan ditambah Hercules. Sehingga memang pemerintah sudah melakukan langkah-langkah yang luar biasa total, yaitu menanggulangi kebakaran," pungkasnya. (Gol)
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved