Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
ACARA Santripreneur Lintas Agama 2019 yang digelar di Bali dan dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah memasuki hari ketiga. Bersamaan dengan kegiatan tersebut digelar dalam ajang Business Competition.
Dalam ajang Business Competition yang bersamaan Santripreneur Lintas Agama 2019, lebih dari 600 peserta pemuda dari lintas agama dari seluruh Indonesia diseleksi. Para peserta akan mengajukan karya terbaik mereka di bidang aplikasi, bisnis kuliner, fesyen, furnitur, dan lainnya.
Peserta yang dinyatakan lolos akan diberi kesempatan untuk menyampaikan karya dan gagasannya. Panitia seleksi akan menilai bahwa karya atau produk dari peserta karya asli dan memiliki nilai inovatif serta berguna bagi masyarakat Indonesia maupun internasional. Tidak hanya itu, peserta mampu membangun ide dan gagasan produk yang menghasilkan mutu menuju Indonesia yang unggul.
Ketua Pelaksana Santripreneur Lintas Agama 2019, Andi Fajar Asti, menyampaikan Santripreneur Lintas agama ini menjadi wadah kreativitas seluruh anak muda Indonesia yang sedang berjuang dalam dunia bisnis dan ingin membuka bisnis.
"Dalam kesempatan ini akan menghasilkan jutawan pengusaha muda indonesia yang mampu menggerakkan roda prekonomian Indonesia," kata Andi Fajar.
"Dengan model forum bisnis ini, bukan hanya menjadi wadah kompetisi semata, tapi sebagai wadah untuk berkolaborasi. Membangun jejaring seluas luasnya, berinovasi menemukan temuan baru dalam dunia bisnis, untuk memasuki dunia milenial era industri 4.0," papar Andi Fajar.
Pada akhir acara Santripreneur Lintas Agama 2019, Jumat (23/8), perwakilan peserta menyerahkan secara simbolis produk dan hasil karya mereka kepada ketua pelaksana. Dua peserta yang mewakili ditunjuk yakni peserta dari Malang dengan produk gol dan peserta dari Bali dengan produknya Sari Ayu.
"Ini acara yang sangat luar biasa karena kalian berkumpul di sini sebagai santripreneur untuk memastikan bahwa masa depan itu milik kita," ucap Menpora Imam Nahrawi saat membuka Santripreneur Lintas Agama 2019 pada Rabu (21/8).
"Sebagai santripreneur, kalian harus berinovasi, berkreativitas dan harus melakukan terobosan-terobosan baru sehingga pada saatnya nanti Indonesia akan mewarnai pasar ekonomi dunia," tambah Menpora. (OL-09)
Pansel terdiri dari lima orang yang diketuai Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) RI Gunawan Suswantoro.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi SEA Games ke-33 Thailand. Ia berpesan dana tersebut dijadikan tabungan, bukan sekadar upah.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Kemenpora membuka peluang domino masuk agenda olahraga nasional termasuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta masukan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait program deregulasi aturan di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved