Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Lingkungan Hidup DKI Jakarta mendorong agar pengelola proyek-proyek di Jakarta lebih disiplin mengatasi debu polutan sisa pembangunan yang terbang ke udara maupun tercecer di sekitar lokasi proyek.
Banyaknya proyek pembangunan juga menjadi biang keladi memburuknya pencemaran udara di Jakarta.
"Kami dari Dinas LH mengimbau kepada pelaku proyek untuk sering-sering siram di lokasi proyek. Supaya, membantu debu tidak bertebaran kemana-mana. Kan begitu. Minimal itu," kata Kepala DLH Andono Warih saat dihubungi, Kamis (25/7).
Baca juga: KPBB Pastikan Kendaraan Bermotor Penyebab Polusi Udara Jakarta
Menurutnya, dampak dari maraknya proyek pembangunan di Jakarta bukan hanya dari segi debu tetapi juga polutan asap kendaraan yang ditimbulkan akibat kemacetan. Bukan rahasia umum, bila setiap ada proyek di Jakarta akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena menyempitnya jalan.
"Proyeknya sendiri juga, kan bikin lebih macet. Kalau lebih macet, asap di titik itu lebih banyak kan. Mungkin begitu," ujarnya.
Ia pun berharap warga sabar terhadap polusi udara yang terjadi saat ini. Ia meyakini ketika proyek pembangunan di Jakarta satu demi satu selesai, pencemaran udara akan sedikit berkurang.(OL-5)
Tol Japek II Selatan akan dibuka fungsional mulai 15 Maret 2026 untuk urai macet di KM 66. Cek rute dan kesiapan jalurnya di sini.
Jasa Marga prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 jatuh pada 18 Maret dengan 3,5 juta kendaraan. Simak titik macet dan kebijakan WFA dari pemerintah.
Kondisi ini memicu antrean kendaraan yang mengular panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
MRT Timur-Barat Fase 2 Kembangan-Balaraja dibidik jadi solusi kemacetan dua arah Jakarta-Banten. Pemprov dan 8 pengembang mulai kajian TOD lintas wilayah.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta tidak mengabaikan aspek sosialisasi kepada masyarakat.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved