Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menggelar Gala Siswa Indonesia (GSI) yang kedua pada tahun ini.
Even ini dinilai mampu mencetak prestasi lahirnya pelajar yang menjadi kader pemain sepakbola di Tanah Air.
Mewakili Mendikbud Muhadjir Effendy, Supriano salah seorang pelopor GSI mengatakan GSI menjadi wadah bagi pelajar jenjang SMP Indonesia menekuni bidang olahraga sekaligus melatih sikap sportif, kolaborasi atau gotong royong, percaya diri, dan nasionalisme yang senapas dengan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
"Di antara tujuan pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa yang diharapkan menghasilkan bangsa berkarakter baik.
Secara akademik siswa kita belajar dalam kelas. Namun GSI merupakan pendidikan olahraga di luar kelas sebagai jawaban membentuk manusia berkarakter, cerdas, sekaligus menjawab revolusi mental atau Nawacita, yang memang tidak hanya menyentuh generasi kini juga generasi mendatang," kata Supriano, yang juga Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, saat sambutan Rapat Koordinasi GSI kedua jenjang SMP di Jakarta, Selasa (23/7).
Turut hadir Wakil Ketua KONI Mayjen TNI Soewarno, Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud Poppy Puspita Dewi, Direktur Pembinaan SD Kemendikbud Khamim.
Supriano mengungkapkan, sekilas sejarah kelahiran GSI dimulai pada 2018 dirancang selama tiga bulan.
Saat itu, ia masih menjabat sebagai Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud mendapat perintah Mendikbud Muhadjir Effendy guna melakukan terobosan program PPK untuk mencetak anak berprestasi khususnya di bidang olahraga.
"Saat itu kami berdiskusi GSI yang digagas langsung Mendikbud kita, dan mengusulakn terbitnya Instruksi Presiden sehingga bapak Presiden menerbitkan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Sepak Bola.
Jadi, sembari GSI berjalan diterbitkan Inpres yang mendukung sepakbola pelajar GSI ini," paparnya seraya menambahkan olahraga dapat digerakkan bersama di satuan pendidikan sehingga menghasilkan atlet dengan kompetensi pendidikan yang baik.
Melalui Inpres ini, lanjut dia, Kemendikbud mendapat tugas menggelar pertandingan reguler dari jenjang bawah tingkat Kecamatan , Kabupaten, Kota hingga Provinsi serta jenjang nasional sekaligus menghasilkan pelatih sepak bola.
Baca juga: Kualitas Makanan Jemaah Haji Terjamin
"Jadi melalui GSI kita mencetak pelajar yang menekuni sepak bola hingga menjadi kader atlet sepak bola nasional.
Kita juga melatih para guru bidang kesehatan dan olahraga untuk mendapatkan lisensi sebagi pelatih," cetusnya.
Dari pantauan Kemendikbud dan stakeholder terkait, Supriano menambahkan GSI menjadi wadah bagi generasi pelajar Indonesia dan berharap GSI tetap eksis.
Pasalnya dari penyelenggaran GSI pertam sistemnya sudah berjalan baik. Dari jenjang kecamatan, kabupaten dan kota, provinsi, dan nasional.
Pada GSI tahun lalu, Kemendikbud mengirim dua tim yakni tim juara GSI berlatih ke Italia dan atlet paling berbakat untuk mengasah kemampuan ke Jepang.
"Untuk GSI kedua tahun ini kami belum tentukan apakah yang juara akan tetap ke Italia kita belum putuskan," pungkasnya.
Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud, Poppy, menjelaskan, GSI kedua telah berlangsung sepanjang Juli 2019 diikuti 276 kabupaten dan kota, dijadwalkan Agustus digelar di jenjang provinsi di 34 provinsi Indonesia dan Oktober tingkat nasional digelar di Jakarta.
Wakil Ketua KONI, Soewarno, mengutarakan, GSI yang dilaksanakan oleh Kemendikbud dinilai berhasil mengkader pelajar di bidang sepak bola dapat ditingkatkan ke bidang olahraga lainnya. Khususnya pada bidang renang dan atletik.
Sementara itu, Duta Pelatih GSI Indra Sjafri menilai keberhasilan GSI pertama terbukti dengan lahirnya para kader pemain sepak bola yang masuk ke jenjang U-16.
"Kami apresiasi terobosan Kemendikbud yang berhasil melalui GSI ini menambah semangat dan meriahnya dunia sepak bola Indonesia yang dimulai dari jenjang pelajar SMP," pungkas Indra pelatih Timnas U-23 Indonesia. (OL-1)
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama bulan Ramadan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Menurut Diana Dewi, olahraga masyarakat bukan hanya soal gerak badan, tapi juga ruang jeda bagi warga untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Seluruh program, mulai dari pola latihan hingga perencanaan nutrisi, dirancang secara spesifik berdasarkan kondisi anatomi dan target personal masing-masing individu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved