Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN masa orientasi siswa (MOS) kembali menelan korban jiwa. Delwyn Berli Julindro, siswa baru SMA Taruna Indonesia di Palembang, Sumatra Selatan, menghembuskan napas terakhir, Sabtu (13/7), setelah mengikuti MOS sejak Senin (8/7).
Berce, ibu korban, menduga Delwyn menjadi korban penganiayaan karena ditemukan luka memar di tubuhnya. Selain itu, keluarga menyebut Delwyn dalam keadaan sehat sebelum mengikuti MOS di sekolah yang menerapkan pendidikan semimiliter itu.
"Ada luka memar di lutut, itulah kenapa kami buat laporan polisi," kata Berce, kemarin.
Kapolresta Palembang Kombes Didi Hayamasyah mengatakan telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab tewasnya korban. "Sudah lebih dari delapan saksi yang kami periksa terkait meninggal korban. Saksi yang diperiksa mulai kepala sekolah hingga teman satu kelompok korban saat MOS."
Ia menuturkan pemeriksaan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak Sabtu seusai adanya laporan dari orangtua korban. "Sejak kemarin terus diperiksa, tetapi kami belum bisa simpulkan hasilnya. Kami masih menunggu hasil forensik."
Selain pemeriksaan, Didi menyebut tim penyidik sudah melakukan olah TKP di SMA Taruna Indonesia di Jalan Pendidikan, Sukarami, Kota Palembang.
Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Selatan Widodo menyesalkan terjadi peristiwa itu karena sudah mengingatkan pihak sekolah agar tidak melakukan kekerasan secara fisik ataupun mental saat MOS.
"Sudah lama sekali itu, itu kebiasaan lama dan kita sudah ingatkan terus. Tak boleh ada tekanan antara adik kelas dan kakak kelas, tapi ini selalu dilakukan saat MOS," katanya.
Pengamat pendidikan Itje Chodjidjah juga menegaskan sekolah harusnya sudah meninggalkan budaya kekerasan dalam melakukan pendisiplinan.
"Kekerasan di sekolah dengan dalih apa pun, baik itu untuk mendisiplinkan maupun lainnya tidak bisa dibenarkan," ujarnya.
Menurut Itje, mencuatnya kasus itu membuktikan pembudayaan kekerasan di sekolah masih dicoba dihidupkan kembali, khususnya sekolah dengan label taruna. Padahal, kasus kekerasan serupa sebenarnya sudah jarang terdengar belakangan ini. (DW/Dhk/X-10)
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
SEMBILAN puluh hari setelah banjir melanda Aceh, beberapa anak kembali duduk di bawah tenda biru yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mencatat lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kekerasan seksual sepanjang tahun 2025.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved