Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Norwegia mengapresiasi tinggi komitmen, upaya, dan capaian pemerintah Indonesia dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) selama ini.
Hal itu disampaikan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Ola Elvestuen ketika menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, di Jakarta, Rabu (13/2).
"Reduksi emisi Indonesia dalam kerangka kerjasama Indonesia-Norwegia sebagaimana pada Letter of Intent (LoI) 2010 menunjukkan hasil yang positif. Pemerintah Norwegia terbuka terhadap penguatan kerjasama kedua negara di masa depan, khususnya pasca 2020," kata Ola.
Dia beserta delegasi Norwegia berkunjung ke Indonesia membahas penguatan kerjasama pengurangan emisi dari kehutanan dan lahan (Reduction Emission on Deforestation and Degradation/REDD+).
Seperti diketahui, kedua negara menyepakati kerjasama pendanaan iklim melalui LoI pada 2010 senilai 1 miliar dollar Amerika Serikat.
Baca juga : Pembangunan Rendah Karbon Harus Diimplementasikan dalam RPJMN
Pemerintah Norwegia, ujarnya, telah melaksanakan tinjauan independen (independent review) terhadap pelaksanaan LoI kerjasama REDD+ pada 2011, 2013, dan yang terakhir pada Agustus 2018.
Cakupan evaluasi terdiri atas pelaksanaan moratorium izin baru perkebunan kelapa sawit, sistem monitoring, pelaporan dan verifikasi (MRV), mekanisme pendanaan REDD+, kebijakan satu peta (One Map Policy), program perhutanan sosial, hingga dukungan terhadap para pihak di level provinsi maupun masyarakat akar rumput.
Menteri Siti mengatakan langkah korektif pemerintah mengurangi emisi dari sektor hutan dan lahan dilakukan melalui sejumlah terobosan. Antara lain moratorium hutan primer dan lahan gambut, pembentukan Badan Restorasi Gambut, pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, hingga penegakan hukum.
Komitmen pengurangan emisi juga ditunjukkan Indonesia saat memperbarui target penurunan emisi GRK.
Dari sebelumnya penurunan secara sukarela sebelum Paris Agreement sebesar 26% pada 2020, Indonesia menambah target penurunan emisi menjadi 29% pada 2030 setelah adanya Paris Agreement.
Data terakhir per 2017, Indonesia telah menurunkan emisi sebesar 24%.
"Langkah korektif dilakukan agar emisi gas rumah kaca Indonesia dari sektor kehutanan dapat dikendalikan," ujar Menteri Siti.
Selain itu, imbuh Siti, langkah korektif juga ditunjukkan dengan keberpihakan kepada masyarakat di sekitar hutan melalui program perhutanan sosial.
Tujuannya, untuk menjaga kelestarian hutan dan mengatasi kemiskinan. Hingga saat ini pemberian akses kelola perhutanan sosial telah mencapai 2,53 juta Hektare kepada 601.892 KK di seluruh Indonesia. (OL-8)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Studi terbaru mengungkap bagaimana pemanasan global di zaman Paleogen mengubah pola hujan menjadi tidak menentu. Apakah ini gambaran masa depan Bumi?
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
Pimpinan Komisi I DPR RI mengecam keras aksi bintang film dewasa asal Inggris, Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue, yang dinilai melecehkan bendera Merah Putih.
AYIMUN 19th di Bangkok mempertemukan ratusan generasi muda dari 35 negara untuk belajar diplomasi global melalui lima council internasional.
Yuddy Chrisnandi menyoroti lemahnya peran lembaga internasional seperti PBB, OECD, G20, dan IMF, yang kini menghadapi ujian eksistensi dan relevansi di tengah meningkatnya ketegangan global.
Rini Widyantini menyoroti transformasi birokrasi digital yang tengah dijalankan pemerintah, serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat tata kelola publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved