Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA di wilayah Kabupaten Bandung, Senin (11/2) siang yang bersumber dari Sesar Garut Selatan (Garsela) kian menjadi tanda bahwa sejumlah sejumlah sesar yang ada di Jawa Barat menunjukkan aktivitas tektonik meski pada kekuatan kecil.
Kewaspadaan terhadap adanya sesar aktif dinilai perlu menjadi perhatian semua pihak.
"Wilayah Garsela ini memang sebelumnya dianggap tidak aktif. Garsela ini secara ilmiah menarik karena ada sejumlah gempa kecil dan kita baru paham bahwa dari data kegempaan Garsela ini terbilang aktif. Karena itu berdasarkan peta kegempaan terbaru (2017), sesar ini masuk didalamnya," kata peneliti Institut Teknologi Bandung, Irwan Meiliano saat dihubungi, Senin (11/2).
Menurut hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,1. Pusat gempa terletak di darat pada koordinat 7,27 lintang selatan dan 107,71 bujur timur atau 17 km sebelah tenggara Kab Bandung dengan kedalaman 10 km.
Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di daerah Bojongsoang dan Banjaran, Kab Bandung. Beberapa warga yang terkejut dilaporkan sempat berlarian ke luar rumah.
Baca juga : Kronologi Guncangan Gempa 4,1 SR yang Kagetkan Warga Banjaran
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemantauan BMKG juga menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.
Seperti diketahui, di wilayah Jabar terdapat sejumlah sesar aktif lain seperti Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, dan Sesar Baribis.
Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, mengatakan Sesar Garsela memanjang dari selatan Garut ke selatan Bandung. Jika ditarik garis lurus, panjangnya sekitar 42 kilometer.
Menurutnya, gempa di bawah magnitudo 4 juga sempat melanda Kab Bandung pada Januari lalu dan Juli tahun lalu.
Sumber aktivitasnya berasal dari sekitar Sesar Garsela. Meski begitu, ujarnya, gempa di Garsela yang baru-baru ini terjadi tidak lantas merembet ke sesar-sesar lainnya.
Hingga saat ini, juga belum diketahui berapa potensi energi maksimal yang bisa dilepaskan Sesar Garsela.
"Gempanya relatif kecil magnitudonya sehingga kecil kemungkinan mereaktivasi sesar lain di Jabar. Belum ada ketetapan atau rumus baku bagaimana satu sesar memicu aktivitas sesar lainnya," ujarnya. (OL-8)
Di Kota Bandung, sejumlah masjid besar menjadi rekomendasi bagi masyarakat yang ingin berdiam diri di rumah ibadah untuk beribadah dengan suasana yang nyaman, aman dan kondusif.
favehotel Hyper Square Bandung menawarkan pengalaman menginap nyaman saat Lebaran dengan fasilitas modern, lokasi strategis, dan sajian kuliner di Lime Coffee Shop.
Meski antrean terlihat panjang, suasana terlihat tertib. Warga datang sesuai jadwal yang sudah mereka “rebutkan” sebelumnya melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).
de Braga by ARTOTEL menghadirkan program buka puasa “A Wishful Ramadan” dengan konsep all you can eat menu Nusantara di suasana heritage Jalan Braga, Bandung.
Program Bazar Murah dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Selasa pukul 00.40 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Ilmuwan Kyoto University temukan mekanisme unik bagaimana aktivitas matahari memengaruhi kerak bumi melalui ionosfer. Mungkinkah badai matahari memicu gempa?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved