Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA di wilayah Kabupaten Bandung, Senin (11/2) siang yang bersumber dari Sesar Garut Selatan (Garsela) kian menjadi tanda bahwa sejumlah sejumlah sesar yang ada di Jawa Barat menunjukkan aktivitas tektonik meski pada kekuatan kecil.
Kewaspadaan terhadap adanya sesar aktif dinilai perlu menjadi perhatian semua pihak.
"Wilayah Garsela ini memang sebelumnya dianggap tidak aktif. Garsela ini secara ilmiah menarik karena ada sejumlah gempa kecil dan kita baru paham bahwa dari data kegempaan Garsela ini terbilang aktif. Karena itu berdasarkan peta kegempaan terbaru (2017), sesar ini masuk didalamnya," kata peneliti Institut Teknologi Bandung, Irwan Meiliano saat dihubungi, Senin (11/2).
Menurut hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,1. Pusat gempa terletak di darat pada koordinat 7,27 lintang selatan dan 107,71 bujur timur atau 17 km sebelah tenggara Kab Bandung dengan kedalaman 10 km.
Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di daerah Bojongsoang dan Banjaran, Kab Bandung. Beberapa warga yang terkejut dilaporkan sempat berlarian ke luar rumah.
Baca juga : Kronologi Guncangan Gempa 4,1 SR yang Kagetkan Warga Banjaran
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemantauan BMKG juga menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.
Seperti diketahui, di wilayah Jabar terdapat sejumlah sesar aktif lain seperti Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, dan Sesar Baribis.
Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, mengatakan Sesar Garsela memanjang dari selatan Garut ke selatan Bandung. Jika ditarik garis lurus, panjangnya sekitar 42 kilometer.
Menurutnya, gempa di bawah magnitudo 4 juga sempat melanda Kab Bandung pada Januari lalu dan Juli tahun lalu.
Sumber aktivitasnya berasal dari sekitar Sesar Garsela. Meski begitu, ujarnya, gempa di Garsela yang baru-baru ini terjadi tidak lantas merembet ke sesar-sesar lainnya.
Hingga saat ini, juga belum diketahui berapa potensi energi maksimal yang bisa dilepaskan Sesar Garsela.
"Gempanya relatif kecil magnitudonya sehingga kecil kemungkinan mereaktivasi sesar lain di Jabar. Belum ada ketetapan atau rumus baku bagaimana satu sesar memicu aktivitas sesar lainnya," ujarnya. (OL-8)
Prisma Advertising hadirkan Cheers Screen di Braga, memungkinkan kirim pesan dan foto ke billboard via QR, kolaborasi AQUA ciptakan interaksi OOH real-time.
Hanya dengan Rp98.000 nett per orang, tamu sudah dapat menikmati sajian brunch spesial di Spoonfiul All Day Dining
Saat ini kawasan TPU Cikadut secara administratif masih berstatus sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di tempat pemakaman umum (TPU), khususnya saat perayaan Lebaran.
Mayoritas wisatawan datang dari wilayah Jabodetabek dan didominasi oleh rombongan keluarga.
DPRD Jawa Barat akan segera memanggil BBKSDA Jawa Barat dan pihak terkait untuk meminta klarifikasi atas kondisi tata kelola Bandung Zoo setelah dua anak harimau benggala mati
Di tengah kemajuan teknologi, satu pertanyaan besar masih menghantui para ilmuwan, kapan dan di mana gempa besar berikutnya akan mengguncang?
Gempa dangkal M 4,9 guncang Konawe Kepulauan, Sultra, Kamis (26/3). Getaran terasa kuat hingga Kendari dan Konsel dipicu aktivitas Sesar Naik Tolo.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved