Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pertemuan Batin eñau dan Ari Lesmana dalam Single Kolaborasi Sesi Potret

Basuki Eka Purnama
03/2/2026 21:14
Pertemuan Batin eñau dan Ari Lesmana dalam Single Kolaborasi Sesi Potret
Artwork single Sesi Potret dari enau dan Ari Lesmana(MI/HO)

INDUSTRI musik tanah air kembali disuguhi sebuah karya yang lebih dari sekadar kolaborasi teknis. Musisi eñau resmi menggandeng kakaknya, Ari Lesmana, untuk merilis single terbaru berjudul Sesi Potret. 

Lagu ini hadir sebagai sebuah percakapan batin yang jujur mengenai perasaan, penerimaan, dan proses berdamai dengan kehilangan.

Dikenal dengan pendekatan lirik yang reflektif, eñau kembali menempatkan kejujuran sebagai poros utama dalam berkarya. 

Keputusan untuk melibatkan Ari Lesmana, vokalis dengan karakter suara kuat dan sarat emosi, bukan tanpa alasan. Keduanya berupaya menyuarakan cerita yang sama dari sudut pandang berbeda namun tetap saling melengkapi.

Refleksi atas Kehilangan dan Waktu

Proses kreatif Sesi Potret dimulai pada awal November 2025. Inspirasi lagu ini lahir dari pengamatan mendalam eñau dan istrinya terhadap orang-orang di sekitar mereka yang tengah bergelut dengan duka, rasa bersalah, dan kerinduan mendalam.

Bagi eñau, lagu ini adalah pengingat keras bahwa waktu memiliki batas yang tidak bisa dinegosiasikan. Ia menyoroti fenomena sosial di mana gengsi sering kali menjadi penghalang bagi seseorang untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang terdekat.

"Lagu yang jadi pengingat saya pribadi dan banyak orang soal waktu dengan orang-orang tercinta. Terkadang gengsi juga menjadi alasan kita mengulur-ulur waktu untuk berjumpa atau memberikan pelukan hangat untuk orang-orang terkasih. Jangan sampai ada kata terlambat, karena benar adanya waktu tidak bisa diulang lagi," ungkap eñau.

Ia menambahkan bahwa pesan utama lagu ini adalah kesadaran akan hari tua atau perpisahan yang bisa datang secara tiba-tiba. 

"Waktu itu akan tiba menghampiri tanpa aba-aba, siap tak siap dan mau tak mau," tegasnya.

Kolaborasi di Balik Layar

Dalam urusan produksi, eñau mempercayakan aransemen musik kepada Kevin Pangestu sebagai produser. Setelah kerangka musik selesai dibangun, barulah Ari Lesmana masuk untuk memberikan sentuhan vokal yang menyempurnakan ruh lagu tersebut.

Proses penulisan lirik pun melibatkan sentuhan personal yang kuat. Istri eñau, Mulia Kennedy, turut andil dalam menuangkan pikiran-pikiran emosional menjadi bait yang lebih manis, sebelum akhirnya disempurnakan kembali oleh Ari Lesmana.

Lahirnya Sesi Potret juga didukung oleh musisi berbakat lainnya, di antaranya Kevin Pangestu pada gitar, Ryan Wijaya pada bass, serta Syade Rian pada drum. 

Melalui karya ini, eñau berharap pendengar dapat lebih menghargai setiap detik bersama orang terkasih.

"Semoga berkenan mendengarkannya dan sampai di hati kalian, karena suatu hari nanti mungkin kita juga akan kehilangan manusia yang kita cintai, maka sempatkanlah bertemu, mengabadikannya dalam sebuah potret abadi, atau hanya bertukar kabar selagi masih ada waktu untuk memberi dan menyimpan memori baik," tutupnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya