Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Operasi Plastik Soal Merawat Diri, bukan Sekadar Ubah Wajah

 Gana Buana
27/1/2026 22:22
Operasi Plastik Soal Merawat Diri, bukan Sekadar Ubah Wajah
Operasi bedah estetika kini jadi gaya hidup modern.(Freepik)

BEDAH estetika atau operasi plastik tak lagi identik dengan perubahan wajah ekstrem. Di era modern, prosedur ini justru bergeser menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus strategi profesional, terutama bagi mereka yang hidup di industri kreatif dan hiburan.

Dilansir dari Antara, bagi para aktris dan pekerja seni, penampilan bukan sekadar urusan estetika, melainkan aset yang menunjang kepercayaan diri dan keberlangsungan karier. Tak heran, wisata medis estetika pun menjadi pilihan, dengan Korea Selatan sebagai destinasi favorit.

Negeri ginseng dikenal memiliki teknologi bedah plastik mutakhir dan pendekatan natural beauty yang kini semakin diminati, termasuk oleh para selebritas Indonesia.

Salah satunya adalah Asri Welas. Aktris multitalenta ini menjalani rangkaian prosedur estetika mulai dari face lift, liposuction, hingga tummy tuck di Nana Hospital, rumah sakit bedah plastik ternama di kawasan Gangnam, Seoul.

Keputusan tersebut bukan diambil tanpa pertimbangan. Tuntutan profesi sebagai aktris film mendorong Asri memulai perjalanan anti aging secara serius. Ia bahkan ditangani langsung oleh dokter kepala Nana Hospital, Kim Hyeong Jun.

“Jujur, ini salah satu keputusan terbaikku dalam merawat diri,” ungkap Asri saat Talkshow Timeless Elegance Nana Hospital yang digelar Newvelle di Surabaya.

Asri menjalani full face lifting untuk mengencangkan otot dan kulit wajah yang mulai kehilangan elastisitas. Hasilnya pun diakui membuat wajahnya tampak lebih segar dan berseri, tanpa menghilangkan karakter aslinya.

“Natural, fresh, dan yang paling penting bikin aku makin percaya diri,” tuturnya.

Bagi Asri, operasi plastik bukan soal menjadi orang lain, melainkan mengembalikan diri ke versi terbaiknya.

Transformasi serupa juga dirasakan Chintami Atmanegara. Aktris dan penyanyi senior yang tetap memesona di usia 60-an ini menjalani facelift dengan pendekatan sangat konservatif. Kulit wajahnya tampak lebih kencang dan bercahaya, namun tetap mempertahankan ciri khas wajahnya.

“Saya memang minta tindakan sewajar mungkin. Jadi kalau nggak ditanya, orang nggak akan tahu,” ujar Chintami.

Sementara itu, Masayu Anastasia memilih Nana Hospital karena pendekatan medisnya yang berbasis kebutuhan pasien, bukan sekadar keinginan semata.

“Aku maunya rumah sakit, bukan klinik. Nana Hospital ngasih saran apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita mau,” kata Masayu, yang melakukan face lifting untuk mengisi bagian wajah yang tampak kosong agar terlihat lebih segar.

Ketiganya sepakat, bedah estetika bukan tentang merombak wajah secara drastis, melainkan mengembalikan kualitas kesehatan kulit dan proporsi wajah agar tetap selaras dengan usia.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Nana Hospital yang mengedepankan natural beauty. Hal tersebut disampaikan langsung oleh satu dokter bedah estetika Nana Hospital, Hwang Dong Yeon.

Menurutnya, setiap pasien memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari perbaikan wajah hingga pembentukan ulang tubuh. Bahkan, tindakan wajah dan tubuh bisa dilakukan secara bersamaan apabila dibutuhkan secara medis.

“Semua disesuaikan dengan kondisi dan harapan pasien,” jelasnya.

Pendamping pasien Nana Hospital, Tasya, menambahkan bahwa tren pasien Indonesia cenderung berbeda dengan pasien Korea.

“Pasien Indonesia kebanyakan ingin terlihat lebih cantik tapi tetap natural. Tidak ingin terlalu berubah,” ujarnya.

Mayoritas pasien Indonesia berada di rentang usia 40-60 tahun, dengan pilihan tindakan seperti face lifting, neck lifting, pengencangan mata, serta peninggian hidung. Sementara generasi muda lebih banyak memilih kontur wajah, rhinoplasty, hingga pembentukan rahang.

“Beda generasi, beda kebutuhan,” tutur Tasya.

Pada akhirnya, merawat penampilan di usia matang bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal kebahagiaan dan kesehatan mental. Rasa percaya diri yang tumbuh dari penerimaan diri inilah yang menjadi energi utama untuk tetap berkarya dan menjalani hidup dengan lebih elegan, apa pun usia dan profesinya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya