Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Siap Jadi Pemimpin Estetika Medis Asia

Basuki Eka Purnama
06/12/2025 08:14
Indonesia Siap Jadi Pemimpin Estetika Medis Asia
16th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (5/12).(MI/HO)

INDONESIA tengah memperkuat posisinya di panggung global dan digadang memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin estetika medis di Asia. Momentum ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan kulit dan gaya hidup penuaan sehat, serta kualitas tenaga medis yang terus berkembang.

Penegasan potensi tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam rangkaian acara 16th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (5/12).

"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin estetika medis di Asia," ujar Menkes.

Menurutnya, potensi ini didukung oleh berkembangnya kualitas tenaga medis, kemajuan teknologi estetika, dan kekayaan bahan herbal Nusantara yang dapat dimanfaatkan untuk riset dan inovasi. 

Menkes juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem pendidikan estetika melalui kolaborasi global dan standardisasi berkelanjutan. Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan bisa menjadi pusat rujukan estetika medis di kawasan.

Tuan Rumah Forum Estetika Dunia

Pernyataan Menkes sekaligus mempertegas kepercayaan internasional terhadap kapasitas Indonesia, yang tahun ini menjadi tuan rumah bagi 3rd ISAM Annual Meeting 2025 dan 16th ISWAM.

Acara kolaborasi antara ISAM (International Society of Aesthetic Medicine) dan Perdesti (Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia) ini mencatat pencapaian terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya, berhasil mempertemukan lebih dari 200 pakar estetika medis dari 44 negara. 

Simposium ini menampilkan diskusi ilmiah, pemaparan riset, dan workshop praktis berstandar dunia, seperti Cadaver Dissection, Anatomy Lab, dan Live Injection Demo.

Presiden ISAM, Assoc. Prof. Dr. Teguh Tanuwidjaja, menyoroti meningkatnya kepercayaan global terhadap organisasi tersebut. Jumlah kepresidenan ISAM kini telah mencapai 44 negara, angka tertinggi dalam sejarah organisasi.

“Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan dunia terhadap ISAM sebagai wadah standardisasi pendidikan estetika medis,” jelas Teguh.

Ia juga mendorong penyelarasan kredit pendidikan dokter estetika antarnegara, pertukaran profesor internasional, dan penyelenggaraan ISWAM versi nasional di berbagai negara anggota untuk meratakan standar kompetensi.

Komitmen Pendidikan Berbasis Bukti

Di tingkat nasional, Perdesti menegaskan komitmenn untuk memperkuat pendidikan estetika yang berbasis evidence-based medicine.

Ketua Umum Perdesti, dr. Hendry Hartono, menyampaikan bahwa Indonesia kini berada pada fase krusial dalam peningkatan kompetensi dokter estetika. 

“Kerja sama dengan universitas dan penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan menjadi fondasi utama agar masyarakat memperoleh layanan estetika yang aman, etis, dan sesuai standar global,” kata Hendry.

Menatap 2026, ISAM dan PERDESTI telah menyepakati tiga prioritas utama: globalisasi penyelenggaraan ISWAM, harmonisasi sistem poin kredit internasional, serta penguatan pendidikan estetika Indonesia sebagai benchmark bagi Asia Pasifik. Langkah-langkah strategis ini diyakini akan semakin memantapkan peran Indonesia dalam membentuk masa depan estetika global. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik