Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tiga Pernyataan Menkes soal BPJS Kesehatan yang Disebut tak Untuk Orang Kaya

Media Indonesia
14/11/2025 13:19
Tiga Pernyataan Menkes soal BPJS Kesehatan yang Disebut tak Untuk Orang Kaya
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tertawa saat berbicara dengan stafnya sebelum melakukan rapat kerja bersama Komisi IX DPR.(Antara Foto)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada perubahan sisten rujukan yang akan diterapkan dalam pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ia menegaskan bahwa rujukan saat ini tidak efisien. Pasien harus melalui tahapan rujukan dari puskesmas hingga rumah sakit tipe A. Padahal, ada yang membutuhkan spesialisasi tertentu.

Berikut pernyataan Menkes soal BPJS Kesehatan.

1. Ubah Sistem Rujukan 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengubah sistem rujukan pelayanan kesehatan menjadi berbasis kompetensi fasilitas kesehatan sehingga lebih efisien. Menurut menkes sistem rujukan saat ini boros dan membuat pasien terlambat ditangani apabila ada kasus-kasus tertentu seperti serangan jantung.

"Kita akan ubah rujukannya berbasis kompetensi, supaya menghemat BPJS," ujar saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, kemarin.

2. Sistem Berbasis Kompetensi Diarahkan ke Rumah Sakit

Menkes menyebut sistem rujukan BPJS Kesehatan saat ini membuat pasien harus mulai dari puskesmas terlebih dahulu kemudian ke rumah sakit tipe C,B, dan A untuk pelayanan kasus spesialis. Itu membuat uang keluar lebih banyak. 
    
"Harusnya BPJS tidak usah keluar uang tiga kali. Dia (BPJS) keluarnya sekali saja, langsung ke paling atas (RS tipe A)," ucap Menkes.

3. Bukan untuk Orang Kaya

Menkes meminta agar BPJS Kesehatan melayanan masyarakat menengah ke bawah. Sementara masyarakat yang mampu dapat memanfaatkan asuransi kesehatan swasta. Ia menyebut bahwa pemerintah sudah menandatangani combined benefit antara BPJS dan asuransi swasta.

"BPJS nggak usah cover yang kaya-kaya deh, kenapa? Karena yang kaya, yang kelas satu itu, biarin diambil swasta," ucap dia.

(Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik