Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
LEGENDA musik pop dunia, Britney Spears, mengejutkan penggemarnya dengan pengumuman besar melalui media sosial. Pada 9 Januari 2026, pelantun lagu "Toxic" ini menyatakan keputusannya untuk melakukan moratorium atau penghentian pertunjukan musik di negara asalnya, Amerika Serikat.
Melalui unggahan foto lawas saat dirinya sedang duduk di depan piano, Britney mengungkapkan keinginannya untuk tetap berkarya. Namun tidak di Amerika Serikat.
“Saya tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif. Namun, saya berharap bisa duduk di bangku dengan mawar merah di rambut saya, dalam sanggul, tampil bersama putra saya di Inggris dan Australia segera,” tulisnya dalam takarir Instagram tersebut.
Britney secara khusus menyanjung bakat musik putranya, yang ia sebut sebagai "bintang besar". Meski tidak merinci siapa yang dimaksud, publik meyakini sosok tersebut adalah putra bungsunya, Jayden Federline,19, yang sebelumnya pernah muncul di unggahan Britney saat sedang memainkan piano.
Kebanggaan Britney terhadap Jayden sudah sering ia tunjukkan. Pada malam tahun baru 2024 lalu, ia menyebut Jayden sebagai "kembarannya" dan merasa terharu melihat perkembangan sang putra yang kini telah beranjak dewasa.
“Dia adalah seorang pria dan saya menangis setiap hari karena keajaiban dan kejeniusan dirinya! Saat dia bermain (musik), seluruh bumi berguncang!” ungkap Britney penuh haru.
Selain membahas rencana panggungnya, Britney juga memberikan penjelasan di balik video-video tariannya yang sering ia unggah di Instagram. Bagi Britney, gerakan bebas tersebut bukanlah sekadar hiburan, melainkan proses terapi fisik dan mental.
“Cukup menarik, saya menari di IG untuk menyembuhkan sesuatu di tubuh saya yang orang lain tidak tahu,” tulisnya. Ia pun mengakui bahwa terkadang hal itu terasa memalukan bagi sebagian orang, namun baginya itu adalah perjuangan bertahan hidup. “Ya, dan itu terkadang memalukan, tapi saya berjalan melewati api untuk menyelamatkan hidup saya.”
Keputusan Britney untuk menjauh dari panggung Amerika Serikat tampaknya berakar dari trauma masa lalu selama masa konservatori 13 tahun yang mengekangnya. Britney pernah mengungkapkan di persidangan bahwa dirinya dipaksa masuk ke fasilitas rehabilitasi dan diberi dosis litium yang sangat tinggi hingga membuatnya tidak berdaya.
Dalam memoarnya yang terbit tahun 2023, The Woman In Me, ia secara terbuka menceritakan ketakutannya saat itu. “Ini akan terdengar gila, tapi saya akan mengatakannya lagi karena ini kenyataan, saya pikir mereka akan mencoba membunuh saya,” tulisnya merujuk pada pengaruh obat-obatan ekstrem yang diterimanya saat itu.
Keputusannya untuk memilih Inggris dan Australia sebagai tujuan panggung masa depan menunjukkan keinginan sang bintang untuk memulai lembaran baru di lingkungan yang berbeda, jauh dari kenangan pahit di industri hiburan Amerika Serikat. (Entertaiment Tonight/Z-2)
LEMBAGA think tank GIF menilai kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) menunjukkan kecenderungan yang semakin agresif dan koersif dalam merespons dinamika geopolitik global.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
AMERIKA Serikat memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor pangan dan produk agrikultur melalui penyelenggaraan Rasa Amerika Festival yang digelar di Jakarta, Sabtu (31/1).
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa militer Iran kini jauh lebih siap menghadapi konflik bersenjata dibandingkan medio Juni lalu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.
Menlu Iran Abbas Araghchi nyatakan siap dialog dengan AS jika setara, namun tegas menolak negosiasi di bawah ancaman militer dan enggan bahas program rudal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved