Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda Jadi Kembar di Film Sebelum Dijemput Nenek

Basuki Eka Purnama
22/12/2025 21:30
Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda Jadi Kembar di Film Sebelum Dijemput Nenek
Poster film Sebelum Dijemput Nenek(imdb)

KOLABORASI layar lebar yang tidak biasa akan hadir di bioskop di awal 2026. Aktor muda Angga Yunanda dan komedian Dodit Mulyanto dipasangkan sebagai saudara kembar dalam film terbaru produksi Rapi Films bertajuk Sebelum Dijemput Nenek

Meski memiliki latar belakang akting yang berbeda, keduanya menjalani proses panjang demi membangun kemiripan karakter dan chemistry yang solid.

Dalam peluncuran poster dan official trailer di Jakarta, Jumat (19/12), Dodit Mulyanto berbagi cerita mengenai awal keterlibatannya. Komedian yang dikenal dengan pembawaan datarnya ini mengaku sempat ragu saat pertama kali ditawari peran tersebut.

“Awalnya saya enggak mau, tapi casting director bilang Angga sudah excited. Dari situ saya mikir, oh berarti ini serius,” ujar Dodit sambil berkelakar.

Menyatukan Gestur dan Kebiasaan

Menghidupkan karakter kembar bukan perkara mudah bagi mereka. Dodit menjelaskan bahwa tantangan akting kali ini melampaui aspek komedi semata, melainkan menuntut pendalaman fisik dan emosional yang mendalam. Keduanya harus melalui sesi pelatihan khusus untuk menyelaraskan gerak-gerik tubuh.

“Kami benar-benar latihan, nyamain gestur. Sampai ada satu titik pagi hari, waktu saya sarapan, kok rasanya saya sudah merasa kembar. Itu titik baliknya,” kenang Dodit.

Selain latihan formal, kedekatan mereka dibangun secara organik di luar lokasi syuting. Dodit kerap mengamati kebiasaan kecil Angga untuk menemukan titik temu karakter mereka. 

“Saya pelajari kebiasaan Angga, dia tiap pagi minum kelapa muda. Saya kan enggak. Akhirnya saya cari pembanding, minum tebu. Dari situ jadi banyak interaksi,” tambahnya.

Strategi Visual Ketemu di Tengah

Di sisi lain, Angga Yunanda melihat peran ini sebagai momentum penting untuk membuktikan kemampuan aktingnya di genre yang berbeda. Baginya, film ini adalah ruang untuk mengeksplorasi sisi komedi yang jarang ia tampilkan.

“Ini momen besar buat saya, karena bisa membuktikan kalau saya enggak cuma modal tampang, tapi juga bisa lucu,” ungkap Angga.

Tantangan fisik juga menjadi sorotan, terutama bagaimana tim produksi menyiasati perbedaan visual antara keduanya agar terlihat sebagai saudara sekandung. 

Angga mengungkapkan bahwa tim rias memiliki strategi khusus yang unik. 

“Waktu itu saya sampai tanya ke tim make up, gimana caranya biar kelihatan kembar. Jawabannya, Mas Dodit di-make up, Angga di-make down, ketemu di tengah,” ujarnya sembari tertawa.

Dinamika Karakter Hestu dan Akbar

Dalam film ini, Angga memerankan Hestu, sosok yang lama merantau ke kota dan memiliki pola pikir rasional serta logis. Sebaliknya, Dodit memerankan Akbar, saudara kembar yang menetap di desa, berkepribadian lugu, dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan sang nenek.

Perbedaan latar belakang inilah yang menjadi motor penggerak konflik sekaligus daya tarik cerita. 

“Hestu lebih rasional karena lama di kota, sedangkan Akbar lebih polos. Dari situ konfliknya jalan,” jelas Angga.

Film Sebelum Dijemput Nenek menjanjikan perpaduan antara kisah keluarga, ketegangan horor, dan bumbu komedi. Dengan duet maut Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto, film ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop pada Januari 2026 mendatang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik