Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLABORASI layar lebar yang tidak biasa akan hadir di bioskop di awal 2026. Aktor muda Angga Yunanda dan komedian Dodit Mulyanto dipasangkan sebagai saudara kembar dalam film terbaru produksi Rapi Films bertajuk Sebelum Dijemput Nenek.
Meski memiliki latar belakang akting yang berbeda, keduanya menjalani proses panjang demi membangun kemiripan karakter dan chemistry yang solid.
Dalam peluncuran poster dan official trailer di Jakarta, Jumat (19/12), Dodit Mulyanto berbagi cerita mengenai awal keterlibatannya. Komedian yang dikenal dengan pembawaan datarnya ini mengaku sempat ragu saat pertama kali ditawari peran tersebut.
“Awalnya saya enggak mau, tapi casting director bilang Angga sudah excited. Dari situ saya mikir, oh berarti ini serius,” ujar Dodit sambil berkelakar.
Menghidupkan karakter kembar bukan perkara mudah bagi mereka. Dodit menjelaskan bahwa tantangan akting kali ini melampaui aspek komedi semata, melainkan menuntut pendalaman fisik dan emosional yang mendalam. Keduanya harus melalui sesi pelatihan khusus untuk menyelaraskan gerak-gerik tubuh.
“Kami benar-benar latihan, nyamain gestur. Sampai ada satu titik pagi hari, waktu saya sarapan, kok rasanya saya sudah merasa kembar. Itu titik baliknya,” kenang Dodit.
Selain latihan formal, kedekatan mereka dibangun secara organik di luar lokasi syuting. Dodit kerap mengamati kebiasaan kecil Angga untuk menemukan titik temu karakter mereka.
“Saya pelajari kebiasaan Angga, dia tiap pagi minum kelapa muda. Saya kan enggak. Akhirnya saya cari pembanding, minum tebu. Dari situ jadi banyak interaksi,” tambahnya.
Di sisi lain, Angga Yunanda melihat peran ini sebagai momentum penting untuk membuktikan kemampuan aktingnya di genre yang berbeda. Baginya, film ini adalah ruang untuk mengeksplorasi sisi komedi yang jarang ia tampilkan.
“Ini momen besar buat saya, karena bisa membuktikan kalau saya enggak cuma modal tampang, tapi juga bisa lucu,” ungkap Angga.
Tantangan fisik juga menjadi sorotan, terutama bagaimana tim produksi menyiasati perbedaan visual antara keduanya agar terlihat sebagai saudara sekandung.
Angga mengungkapkan bahwa tim rias memiliki strategi khusus yang unik.
“Waktu itu saya sampai tanya ke tim make up, gimana caranya biar kelihatan kembar. Jawabannya, Mas Dodit di-make up, Angga di-make down, ketemu di tengah,” ujarnya sembari tertawa.
Dalam film ini, Angga memerankan Hestu, sosok yang lama merantau ke kota dan memiliki pola pikir rasional serta logis. Sebaliknya, Dodit memerankan Akbar, saudara kembar yang menetap di desa, berkepribadian lugu, dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan sang nenek.
Perbedaan latar belakang inilah yang menjadi motor penggerak konflik sekaligus daya tarik cerita.
“Hestu lebih rasional karena lama di kota, sedangkan Akbar lebih polos. Dari situ konfliknya jalan,” jelas Angga.
Film Sebelum Dijemput Nenek menjanjikan perpaduan antara kisah keluarga, ketegangan horor, dan bumbu komedi. Dengan duet maut Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto, film ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop pada Januari 2026 mendatang. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek siap tayang 22 Januari 2026. Dibintangi Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda, memadukan teror mitos lokal dan humor segar.
Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto berperan sebagai anak kembar dalam film Sebelum Dijemput Nenek, yang dijadwalkan tayang Januari 2026.
Dalam film Sebelum Dijemput Nenek, Angga berperan sebagai Hestu, yang memiliki saudara kembar bernama Akbar, diperankan oleh komika Dodit Mulyanto.
Angga Yunanda mengungkapkan bahwa lari telah memberinya pengalaman yang sangat positif.
Aktor Angga Yunanda berkolaborasi lagi dengan sutradara Wregas Bhanuteja dalam film Para Perasuk, namun ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi kali ini jauh melampaui ekspektasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved