Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah tantangan rutinitas dan ketidakpastian, pencarian passion kembali menjadi kompas hidup, terutama bagi generasi muda yang kerap dibayangi keraguan. Dalam acara Generasi Campus Roadshow Bandung 2025, aktor kenamaan Nicholas Saputra berbagi pandangan uniknya mengenai awal mula ia menemukan dan menjalani kecintaannya pada dunia film.
Berbicara di hadapan lebih dari 3 ribu mahasiswa yang memadati Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB Bandung, Nicholas Saputra mengaku bahwa ketertarikannya justru lahir saat menjalani proses.
“Saya itu mudah terkagum-kagum sama orang yang berkarya. Sejak SMA saya sudah mendapat kesempatan menjadi aktor, disutradarai oleh Mira Lesmana dan Riri Lesmana. Di momen itu saya terpana, kok bisa ya orang berpikir membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, dari sebuah ide menjadi gambar yang punya suara sampai akhirnya bisa kita tonton,” ujar Nicholas.
Bukan hanya hasil akhirnya, aktor ini mengungkapkan bahwa kekagumannya tertuju pada aspek fundamental di balik sebuah karya.
“Dari berbagai orang dengan cara berkarya yang berbeda-beda, saya selalu kagum dengan cara berfikir, selalu kagum dengan rasa tanggung jawab dan sisi-sisi kemanusiaan,” tambahnya.
Saat moderator Timothy Marbun menyimpulkan bahwa hal tersebut berarti spark atau percikan semangatnya ditemukan saat menjalani proses, Nicholas Saputra membenarkan dengan menekankan kompleksitas pikiran manusia.
“Saya selalu tertarik dengan cara berpikir orang, karena menurut saya pikiran itu kompleks, bukan hasilnya, bisa jadi saya tidak sepakat namun cara berpikir dan merunut pikiran itu yang saya kagumi.”
Nicholas Saputra juga mengingatkan audiens bahwa perjalanan *passion* setiap individu adalah unik. Ia menegaskan agar anak muda tidak menyamakan jalur mereka dengan orang lain.
“Tiap orang pasti memiliki jalur masing-masing, dan jangan jadikan jalur orang lain langsung bisa diimplementasikan di hidup kita. Jangan kecewa kalau jalur kita tidak sesuai orang lain, karena setiap orang punya latar belakang berbeda, justru itu yang memperkaya,” tegasnya.
Ia mencontohkan pengalamannya sendiri, saat ia tetap melanjutkan kuliah di tengah kesibukan berakting.
“Waktu saya masuk ke dunia film saya juga kuliah, saat liburan baru main film. Saya suka banget main film tapi saya juga tetap kuliah. Kita harus juga punya sesuatu yang menjadi anchor, pegangan kita juga. Pada saat itu saat kuliah ternyata saya juga belajar untuk menyelesaikan sesuatu yang saya mulai. Itu adalah hal yang menjadi pelajaran penting dalam menjalani passion saya,” jelasnya, memberi dorongan agar generasi muda tidak mudah patah dalam menjalani pilihan hidup.
Sesi Nicholas Saputra ini adalah bagian dari rangkaian Generasi Campus Roadshow 2025 yang mengusung tema Passion in Action. Acara yang telah mengunjungi Surabaya, Surakarta, Bogor, Medan dan Makassar ini, hadir sebagai ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk menjadikan passion sebagai api penggerak.
Mengakhiri sesinya, Nicholas Saputra menekankan bahwa passion adalah perjalanan tanpa akhir.
“Bagi saya, passion sebagai proses belajar yang tak pernah selesai. Segala ilmu pengetahuan yang kita tekuni tidak punya batas. Semakin kita mengulik, semakin banyak hal baru yang kita temukan. Ketekunan itulah yang perlahan membangkitkan spark. Sama seperti *passion*, belajar adalah perjalanan seumur hidup,” pungkasnya. (Z-1)
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved