Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Sabrina Carpenter Kecam Gedung Putih Gunakan Lagu Juno untuk Video ICE

Thalatie K Yani
03/12/2025 05:30
Sabrina Carpenter Kecam Gedung Putih Gunakan Lagu Juno untuk Video ICE
Sabrina Carpenter mengecam Gedung Putih setelah lagunya “Juno” dipakai dalam video yang menampilkan penggerebekan ICE. (Instagram)

PENYANYI Sabrina Carpenter mengecam Gedung Putih setelah lagu hit miliknya, “Juno”, digunakan dalam video montase yang menampilkan operasi penangkapan oleh agen ICE. Melalui unggahan di X, Carpenter menulis, “Video ini jahat dan menjijikkan. Jangan pernah melibatkan saya atau musik saya untuk mendukung agenda tidak manusiawi Anda.”

Video tersebut memanfaatkan bagian lirik paling viral dari lagu “Juno”, tepatnya saat Carpenter menyanyikan kalimat tentang posisi seks, “Have you ever tried this one?”. Lirik ini disandingkan dengan adegan orang-orang diborgol, ditahan, dan dijatuhkan oleh agen ICE.

Carpenter bukan satu-satunya musisi yang merasa dirugikan oleh praktik Gedung Putih yang kerap menggunakan lagu-lagu dari penyanyi anti-Trump dalam konten media sosialnya. Sebelumnya, pemerintah juga memakai karya sahabat sekaligus kolaborator Carpenter, Taylor Swift, dalam video lain yang merayakan kepemimpinan Presiden Donald Trump. Pada November lalu, lagu Swift berjudul “The Fate of Ophelia” digunakan dalam montase yang memuji Trump, meski sang presiden kerap menyerang Swift melalui unggahan di media sosial. Swift sendiri tidak memberikan komentar terkait video itu.

Pada Oktober, musisi senior Kenny Loggins juga mengecam penggunaan lagu populernya, “Danger Zone,” dalam video yang menggambarkan Trump terbang di atas demonstran No Kings dan menjatuhkan kotoran ke arah mereka. Dalam pernyataannya kepada Variety, Loggins mengatakan, “Ini adalah penggunaan tidak sah atas lagu ‘Danger Zone’ versi saya. Tidak ada yang meminta izin kepada saya, yang pasti akan saya tolak, dan saya meminta rekaman saya dihapus dari video ini.” Ia menambahkan tidak bisa memahami alasan siapa pun ingin mengaitkan musiknya dengan konten yang dibuat “semata untuk memecah belah.”

Penyanyi pop Inggris Jess Glynne sebelumnya menyampaikan reaksi keras ketika Gedung Putih menggunakan meme viral “Hold My Hand” Jet2holidays untuk mempromosikan penggerebekan ICE. Ia menulis, “Unggahan ini benar-benar membuat saya muak. Musik saya tentang cinta, persatuan, dan menyebarkan hal positif, bukan tentang perpecahan atau kebencian.”

Kontroversi ini menambah daftar panjang protes musisi yang menolak karya mereka digunakan untuk mempromosikan agenda politik tanpa izin dan bertentangan dengan nilai yang mereka pegang. (variety/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya