Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

PBB Cabut Sanksi terhadap Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa Jelang Kunjungan ke AS

Thalatie K Yani
07/11/2025 07:09
PBB Cabut Sanksi terhadap Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa Jelang Kunjungan ke AS
Presiden Donald Trump, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa(Instagram)

DEWAN Keamanan PBB, Kamis (6/11), menyetujui resolusi yang diajukan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terhadap Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa. Pencabutan itu menjelang kunjungannya ke Gedung Putih pekan depan.

Sharaa diangkat sebagai presiden transisi Suriah setelah memimpin serangan besar kelompok oposisi yang menggulingkan Bashar al-Assad pada Desember 2024, mengakhiri perang saudara selama 13 tahun.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyebut keputusan tersebut sebagai “sinyal politik kuat” yang menegaskan Suriah kini memasuki “era baru” setelah berakhirnya rezim Assad.

Sebelumnya, Sharaa berada di bawah sanksi PBB karena memimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang dulu berafiliasi dengan al-Qaeda. Namun, AS telah menghapus HTS dari daftar organisasi teroris asing pada Juli lalu setelah kelompok tersebut memutus hubungan dengan al-Qaeda sejak 2016.

Selain Sharaa, PBB juga mencabut sanksi terhadap Menteri Dalam Negeri Suriah Anas Khattab.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyambut baik langkah tersebut. “Suriah menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat dan negara-negara sahabat atas dukungan mereka kepada Suriah dan rakyatnya,” tulis pernyataan resmi kementerian itu di media sosial.

Kunjungan Sharaa ke Gedung Putih yang dijadwalkan pada Senin mendatang akan menjadi pertemuan keduanya dengan Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, keduanya sempat bertemu di Riyadh pada Mei lalu, dalam rangkaian tur Trump ke Timur Tengah.

Usai pertemuan tersebut, Trump menyebut Sharaa sebagai “sosok tangguh dengan rekam jejak yang kuat,” seraya menilai pemimpin Suriah itu telah membuat “kemajuan baik” menuju perdamaian di negaranya.

Kunjungan ini juga bukan kali pertama Sharaa menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Pada September lalu, ia menjadi pemimpin Suriah pertama dalam hampir enam dekade yang berpidato di Sidang Umum PBB di New York.

Dalam pidatonya, Sharaa menyatakan bahwa Suriah kini sedang “merebut kembali tempatnya yang sah di antara bangsa-bangsa dunia” serta menyampaikan solidaritas terhadap rakyat Gaza.

Langkah pencabutan sanksi ini dianggap sebagai momentum penting dalam upaya pemulihan hubungan diplomatik antara Suriah dan komunitas internasional, sekaligus menandai perubahan arah kebijakan global terhadap Damaskus setelah lebih dari satu dekade konflik. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya