Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sederet penampilan di berbagai negara Asia, penyanyi dan penulis lagu Minh akhirnya merilis EP perdananya, Thank God! It Didn't Work Out.
Menampilkan 5 lagu, EP ini menggambarkan proses patah hati dan penyembuhan lewat sudut pandang yang serba personal dan diambil dari pengalaman-pengalaman transformatif Minh sebagai seorang musisi dan manusia.
Minh turut merilis single Damaged, sebuah lagu yang menceritakan tentang luka yang masih terasa meski kita sudah mencoba menyembuhkannya.
Lagu tersebut ditulis saat Minh mengalami patah hati pertamanya saat hubungan yang ia jalani selama dua tahun berakhir pada Januari 2025.
"Momen itu menghancurkanku," ujar Minh. "Kehilangan seseorang yang pernah membuatku merasa dicintai dan dilihat sangat menghancurkan rasa percaya diriku dan membuatku berduka terhadap diriku yang dulu,"
Beberapa bulan setelah hubungan asmaranya kandas, Minh perlahan membuka hatinya untuk hal-hal baru. Namun tidak lama baginya untuk menyadari bahwa proses "moving on" tidak semudah yang ia pikirkan.
Suatu pagi ia terbangun di sisi seseorang yang baru, namun dengan bunyi alarm dengan label "Bangunkan (nama mantan)!!!" – sebuah momen yang membuat dirinya dibanjiri berbagai perasaan.
"Itu saat aku sadar bahwa aku belum benar-benar sembuh," ujarnya. "Aku merasa terkungkung, merasa lebih protektif terhadap diriku, dan lebih sedikit naif tentang cinta."
Ditulis oleh Minh di Vietnam dan Australia, EP ini menghadirkan karya produksi dari Maribelle, Glenn Hopper, dan Michael Choi, dengan kontribusi penulisan lagu dari Cody Jon dan Benjamin James.
Mereka membantu Minh untuk membentuk sound pop yang ia dari dulu dambakan. Sebuah sound yang penuh emosi, sinematik, dan penuh kejujuran.
"Thank God! It Didn't Work Out merangkum kisah patah hati pertamaku lewat lima lagu. Ada masa-masa gelap, cahaya baru, dan proses penyembuhan. Seperti tahapan berduka," ujar Minh.
"EP ini adalah perkenalan ulangku sebagai seorang musisi. Musiknya terdengar lebih percaya diri karena aku telah melewati banyak hal. Orang-orang akan melihat aku yang lebih jujur dan bijaksana di EP ini," lanjutnya.
EP ini menampilkan lagu-lagu berjudul Damaged, Out With Grace, Thank God!, What I Never Had, dan I Don't Know, masing-masing mewakili sebuah babak emosional dalam perjalanan patah hati Minh.
Damaged pertama kali dibawakan di Zandari Festa di Seoul dan menyentuh semua penonton lewat kejujuran yang lagu itu biaskan.
Lagu Out With Grace, yang telah MINH bawakan di hadapan ribuan penonton di berbagai kota di Asia, telah menjadi salah satu lagu terfavorit para fans-nya.
Thank God! menjadi momen penting dalam proses kreatif Minh. Sebab, lagu tersebut ditulis di Vietnam bersama musisi Australia Glenn Hopper.
Sementara itu, lagu What I Never Had lahir saat Minh sedang menjalani writing camp bersama Concord Australia dan ditulis bersama Maribelle. Lagu terakhir yaitu I Don't Know sudah menjadi bagian penting dalam tiap konsernya dan terus memukau semua pendengarnya lewat emosi yang meledak-ledak dan nuansa introspektifnya.
"Menulis proyek ini sangat membantuku untuk sembuh dari momen patah hati itu," Minh berbagi. "Aku pikir aku tahu rasa patah hati, tapi ternyata lebih dalam dari yang aku kira. Rasanya sangat menyakitkan saat segalanya sedang tenang. Terbang ke Australia untuk mengikuti writing camp Concord benar-benar mengubahku dalam banyak hal. Bertemu Glenn, Maribelle, dan Cody membuatku merasa nyaman untuk membuat musik yang selama ini aku inginkan."
Sosok-sosok hebat di musik pop seperti Ryan Tedder, Max Martin, Julia Michaels, dan Troye Sivan menginspirasi Minh untuk melahirkan EP Thank God! It Didn't Work Out yang mencerminkan proses evolusi Minh dari segi emosional dan aksi panggungnya.
Tiap lagu membawa lirik-lirik khas MINH, lengkap dengan kepercayaan diri yang terdengar dari melodi-melodi yang dirangkainya, seraya Minh melangkah maju sebagai dirinya sendiri. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Album Hilary Duff yang berisi 11 lagu ini diproduseri oleh sang suami, peraih penghargaan Grammy Matthew Koma, bersama dengan Brian Phillips.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved