Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menyentuh hati para pendengar lewat debutnya Paling Sejati pada 2024 dan melanjutkannya dengan Tinggalkan Luka pada April 2025, penyanyi asal Singapura Roziana Cindy kembali dengan karya terbaru berjudul Teganya, sebuah lagu tentang rasa perih akibat pengkhianatan dan ketidakpercayaan ketika cinta berubah menjadi luka.
Kembali berkolaborasi dengan Ilham Baso, penulis lagu ternama asal Indonesia, Teganya menceritakan perasaan getir saat kita telah memberikan segalanya demi cinta, namun dibalas dengan kebohongan.
Lagu ini diawali dengan aransemen lembut dan penuh emosi yang perlahan membangun intensitas, membawa pendengar ke dalam perasaan yang mendalam.
Dengan instrumen yang halus berpadu dengan vokal Roziana, Teganya berkembang menjadi pengalaman mendengarkan karya yang jujur, menyayat, namun tetap indah menyentuh siapa pun yang pernah bertanya, "Teganya kamu?"
Secara makna, Teganya menggambarkan kisah cinta yang dulu menenangkan namun berakhir dengan kekecewaan. Melalui paduan melodi melankolis dan penghayatan vokal yang kuat, lagu ini menciptakan atmosfer yang intim dan menyentuh bagi siapa saja yang pernah mencintai, dikhianati, terluka dan tersakiti.
Lebih jauh, lagu ini juga menjadi perjalanan batin dalam merasakan sepenuhnya setiap emosi dan kenangan baik yang manis maupun yang menyakitkan.
Ini adalah momen ketika seseorang akhirnya menyadari bahwa "cukup adalah cukup", mengakui bahwa luka itu nyata, dan menerima kenyataan hubungan tersebut apa adanya.
Teganya menghadirkan kesadaran untuk tidak lagi terjebak dalam hubungan yang menyakitkan, sekaligus pemahaman bahwa apa yang selama ini diyakini sebagai cinta mungkin hanyalah upaya untuk menenangkan diri bukan cinta yang sesungguhnya.
"Lewat lagu ini, aku ingin menggambarkan rasa tidak percaya ketika seseorang yang kita percayai justru menghancurkan hati kita," ungkap Roziana. "Ini tentang momen saat kita bertanya, "Kenapa kamu tega melakukan ini padaku?" perasaan yang begitu menyayat hati, tapi sulit diungkapkan dengan kata-kata."
Dengan dirilisnya lagu ini, Roziana memperluas sisi emosional dalam karya-karyanya, menghadirkan bukan sekedar lagu, melainkan cerminan dari pengalaman cinta dan kehilangan.
Single Teganya akan tersedia di seluruh platform musik digital mulai 22 Oktober 2025.
Para penggemar juga dapat menikmati musik video resmi di kanal YouTube Roziana Cindy, serta berbagai konten di balik layar di akun media sosialnya. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved