Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DUO pop folk asal Jakarta, Suara Kayu, kembali dengan single Cerita Kesukaan, yang sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platforms di Indonesia.
Menurut kedua personelnya Ingrid Tamara (vokalis, ukulele) dan Audree Dewangga (gitaris), lagu ini bercerita tentang momen cinta pada pandangan pertama, seolah sudah saling mengenal lama.
"Cerita Kesukaan bisa jadi semacam kode untuk orang yang kamu suka. Seperti bait liriknya 'Bolehkah ku tahu namamu, asal usul indah matamu, surgakah alamat indahmu'." kata Ingrid dalam siaran pers, dikutip Selasa (21/10).
Menjaga ciri khasnya, Suara Kayu kembali menghadirkan karya dengan lirik yang ringan dan nada-nada yang mudah membuat pendengarnya berdendang.
Proses kreatif lagu ini terbilang unik karena berlangsung sangat singkat saat mereka tengah workshop di Bali. Di lagu terbaru kali ini, Suara Kayu berkolaborasi dengan Petra Sihombing sebagai komposer dan produser.
Selain Petra, lagu ini juga diciptakan oleh Ingrid Tamara, Audree Dewangga, David Elsandro, dan Recky Risanto.
"Prosesnya sangat cepat, hanya setengah jam saja. Kami dibantu oleh Petra Sihombing sebagai produser, dan Bianca Dimas yang turut mengisi
rekaman dengan nuansa yang pas banget sama mood lagu ini," jelas Dewangga.
Tidak hanya singlenya, Suara Kayu juga menghadirkan Official Music Video yang bakal ditayangkan melalui kanal YouTube Suara Kayu yang
diharapkan dapat memperkuat pesan lagu itu.
Video musik ini menampilkan kisah cinta khas anak SMA yang penuh love bombing, sebuah kondisi yang pasti dialami banyak remaja menjadikan cinta sebagai pusat semestanya.
Cerita Kesukaan adalah babak baru dalam perjalanan Suara Kayu yang kini tengah mempersiapkan beberapa rilisan berikutnya, setelah
sebelumnya beberapa bulan lalu Suara Kayu merilis lagu Analisaku.
"Tahun ini, kami udah siapin beberapa single baru. Ada yang mellow, ada yang lebih ceria. Serunya, kami akan kolaborasi dengan beberapamusic producer yang pasti kalian kenal. Doain saja ya semua lancar," tutup Ingrid dan Dewangga kompak. (Ant/Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved