Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI asal Kanada, Yung Kai, merilis album perdananya yang bertajuk Stay With The Ocean, I'll Find You lewat Flood Division/BMG.
Membahas tema-tema seputar kerinduan dan pelarian emosional, album pertama Yung Kai penuh dengan nuansa musik dreamy yang lekat dengannya dan telah dicintai secara global.
"Album ini berpusat pada kerinduan akan seseorang atau sesuatu dan ide tentang 'jika hal itu tidak berhasil, aku akan membayangkannya saja'," ujar Yung Kai.
Album ini menampilkan 11 lagu yang penuh dengan cerita-cerita tentang self-discovery, kompleksnya cinta, dan kerinduan.
Sebuah album bernuansa sinematik, album perdana Yung Kai menggambarkan beragam momen dalam kehidupan kita lewat harmonisasi vokal yang lembut dan lirik-lirik yang mendalam.
Lagu yang menjadi focus track dalam perilisan album ini adalah How Do You Dance?" yang sarat akan kejujuran sekaligus introspektif.
"Sejujurnya aku sangat tidak pandai berdansa dan menurutku sepertinya menggemaskan jika seorang wanita mengajariku bagaimana cara berdansa," ujar Yung Kai tentang lagu tersebut.
Juni lalu, Yung Kai mengumumkan tur dunia pertamanya yang bertajuk Flowers, Moon and Stars. Tur tersebut dimulai di Jakarta pada 24 Agustus, tepatnya di LaLaLa Festival 2025 sebelum akhirnya Yung Kai bertolak ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Taipei sepanjang akhir Agustus.
Tur bagian Amerika Utara dan Eropa yung kai akan dimulai akhir September dan akan mengunjungi San Francisco, Los Angeles, Chicago, New York, Toronto, Vancouver, Paris, dan London. Seluruh tiket presale tur Flowers, Moon, and Stars sudah terjual habis.
Yung Kai telah mengumpulkan lebih dari 2 miliar stream di seluruh platform streaming. Popularitasnya yang meroket dalam waktu yang singkat terbilang luar biasa. Ia memiliki andil dalam setiap aspek bermusiknya termasuk dari segi penulisan lagu, produksi musik, hingga memainkan tiap instrumen di lagu-lagunya.
Kesuksesan globalnya berawal dari lagu Bluem yang ia bawakan untuk pertama kalinya di televisi di Indonesian Idol 2025 pada Maret lalu. Video penampilannya di Indonesian Idol 2025 hingga kini telah meraih lebih dari 4 juta view di YouTube.
Lagu Blue bahkan menarik perhatian MINNIE dari (G)I-DLE yang merekam versi remixnya sendiri. Blue sukses mencapai posisi #2 di chart Viral 50 Global Spotify dan mencapai posisi #3 di chart Viral 50 Indonesia.
Hingga hari ini pun Yung Kai mengumpulkan lebih dari 15 juta pendengar bulanan di Spotify dan mendapatkan dukungan dari musisi-musisi ternama seperti Wave To Earth dan bbno$.
Dengan visi yang jelas dan momentum yang terus hadir, Yung Kai melangkah ke depan dengan penuh optimisme dan kegigihan, menuju hal-hal yang menunggu untuk diimpikan. (Z-1)
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Rencananya, konser LUX NOVA dari KLa Project akan dihelat pada 7 Februari 2026 di Balai Sarbini, Jakarta Pusat.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Album Ruang Lintas Rasa dari Repartere merangkum sembilan trek yang merefleksikan pertumbuhan para personelnya.
Steel Haze membawa identitas musik yang agresif, memadukan semangat hardcore era 2000-an dengan sentuhan riff modern yang tajam.
Melalui EP Kalopsia, White Chambers menawarkan sebuah perjalanan audio yang berani menabrak batasan norma musik konvensional.
Mini album Starducc ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi internasional mereka setelah sebelumnya sukses memperkenalkan dua single berjudul Hujan Poyan dan Garis Edar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved