Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR muda Devano Danendra menceritakan momen menarik ketika mendapat kesempatan berfoto bersama Lisa yang merupakan anggota dari grup idola K-Pop Blackpink.
"Itu sesuatu momen yang enggak aku bayangkan karena di Busan itu banyak banget orang yang diundang, sudah gitu acaranya 3 jam, banyak
kompetisi," kata Devano, dikutip Jumat (26/9).
Devano bercerita momen tersebut terjadi ketika dirinya berdiri untuk keluar dari ruangan. Di saat yang sama, gadis asal Thailand itu pun juga sedang berjalan menuju pintu keluar hingga keduanya berpapasan.
Pria kelahiran 2002 itu pun mengaku jadi pihak yang pertama kali mengajak Lisa untuk berfoto. Ia sangat bersemangat untuk menyapa idola dunia tersebut.
"Oh, ini kayaknya kesempatan buat foto," ujar dia.
Pertemuannya itu dikatakan Devano sebagai suatu hal yang sangat tidak terduga, karena Lisa hadir dalam acara sebagai tamu spesial. Semua orang pun langsung berdiri dan senang.
"Kita biasanya nonton Blackpink kan mahal, ini kayak beruntung banget bisa merepresentasikan Indonesia di Busan, tapi juga ketemu sama
Lisa," kata dia.
Devano mengaku memang bukan termasuk dalam bagian penggemar Blackpink, tetapi ia gemar mendengarkan lagu dari grup yang memiliki empat anggota itu sejak debut.
Aktor Fedi Nuril yang turut datang di acara yang sama menambahkan bahwa banyak haters dari Devano yang mengatakan bahwa foto tersebut merupakan editan yang menggunakan kecerdasan buatan/AI.
"Yang haters menuduh itu (pakai bantuan) AI, tapi sebagian fans minta fotonya ke dia (Devano)," kata Fedi.
Sementara aktris Claresta Taufan membocorkan ada artis lain yang berfoto bersama mereka di sana.
"Tunggu saja karena masih banyak foto-foto yang belum di spill sama kita," ucap Claresta.
Ia membeberkan deretan artis lain tersebut di antaranya ada aktris Han Sohee dan aktor sekaligus idol Rowoon.
Sebelumnya, jajaran pemain film Pangku mendapatkan kesempatan untuk hadir di Busan International Film Festival (BIFF) yang digelar pada tanggal 17-26 September 2025.
Film Pangku pun telah meraih penghargaan White Light Post-Production Award di JAFF Future Project (JFP) 2024, dan lolos seleksi untuk dipresentasikan di Hong Kong-Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23).
Diketahui film besutan Reza Rahadian itu juga terpilih menjadi salah satu dari lima proyek film yang memenangkan HAF Goes to Cannes Program, dan melanjutkan perjalanan untuk dipresentasikan di Cannes Film Festival 2025, serta mengikuti Far East in Progress, Focus Asia 2025 di Far East Film Festival 2025 dan mendapatkan bantuan pendanaan Red Sea Fund for Post-Production dari Red Sea Film Foundation. (Ant/Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved