Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT indie pop yang mengusung genre happysad-pop yakni Pawsicles, resmi merilis EP perdana mereka bertajuk Everything In Between.
Album ini berisikan 5 lagu yaitu [19.10] Luna, Orange, I Wanna Be, Just Because I Love You, dan Orchid.
Januarisky (vokal, gitar), Jayaindra (gitar), Rian (drum), Rizal (keyboard) dan Edo (bass) menghabiskan waktu setahun lebih dalam menggarap album mini perdana yang direkam di Haum Studio.
Everything In Between merupakan perjalanan emosional dalam lima lagu yang menggambarkan perasaan yang tidak hitam-putih.
Tidak hanya tentang bahagia atau sedih, tetapi semua nuansa di antaranya. Setiap emosi valid, dan Pawsicles menangkap hal ini melalui gaya khas mereka: happysad-pop, perpaduan melodi pop manis dengan lirik yang melankolis.
“Untuk awalnya sebenarnya kita sudah ada beberapa materi dan akhirnya kita pilih 4 track yang ‘saling nyambung’ dan yang sekiranya cocok dengan tema dan pesan untuk debut EP perkenalan kita yaitu Everything in Between. Setelah perilisan Orange dan I Wanne Be serta penggarapan demo Just Because I Love You dan Orchid, kita ngadain workshop. Di sela-sela workshop kita, tiba-tiba banget tercetus ide untuk buat track opening sebagai cerita awal / prolog EP ini mau nyeritain tentang apa dan akhirnya lahir lagu terakhir yang menjadi pelengkap rilisan ini yakni [19.10] Luna,” cerita Pawsicles.
Pawsicles memilih Just Because I Love You sebagai single unggulan dari EP Everything In Between karena mewakili tahap tertinggi dalam mencintai yakni mengikhlaskan.
Pesan yang dibawa dari lagu ini menunjukkan getir, manis, hangat, dan sakitnya cinta yang bisa dideskripsikan dalam Bahasa Inggris sebagai mixed-feelings.
Lagu ciptaan January Jocom ini pun dianggap merangkum perasaan ‘everything in between’ yang akhirnya menjadi judul album.
Hanyut dalam menginterpretasikan genre happysad-pop lewat aksi panggung yang berbeda oleh masing-masing personel, Pawsicles juga tidak luput memperdengarkan EP perdana mereka ke orang-orang terdekat.
“Beberapa teman-teman kami juga awalnya merasa bahwa lagu-lagunya vibes-nya happy, tapi di saat yang bersamaan mereka merasa ada kayak ada rasa sedih juga. Dan pas tau liriknya jadi tambah campur aduk, sehingga kami rasa nuansa happy-sad yang kami usung itu nyampe juga ke pendengar,” ujar band yang berdomisili di Surabaya tersebut.
Pawsicles telah mempersiapkan beberapa agenda untuk mempromosikan Everything In Between antara lain mengadakan live showcase untuk album ini, memproduksi merchandise, serta merilis 3 video lirik yang menunjukkan suasana saat lagu-lagu tersebut dibuat.
“Harapannya EP ini bisa diterima yaa oleh pendengar, dan bisa menemukan pendengarnya lebih luas lagi sejalan dengan tagline optimisme kami menjadi “your new favorite band” dan pendengar bisa ikut merasakan perasaan mixed-feelings dari setiap lagu kami. Semoga pesan dari EP ini juga bisa nyampe yaa, bahwa seluruh perasaan yang kita rasain ga ada yang salah, semuanya valid meskipun yang tidak bisa terdefinisikan sekalipun,” tutup mereka.
Tidak ketinggalan, mereka juga memiliki mimpi untuk bisa memperkenalkan karya terbarunya melalui sebuah tour dengan rekan-rekan musisi lain. “Everything In Between” sudah dirilis per 19 September 2025 dan bisa dinikmati di berbagai layanan streaming digital favoritmu. (Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Secara musikalitas, Ricecooker tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Namun, pengaruh musik era 80-an terasa sangat kental.
Album Britpop, yang dirilis pekan lalu, menjadi album ke-16 dalam karier solo Robbie Williams yang berhasil memuncaki tangga lagu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved