Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TISSA Biani kembali membuktikan bahwa hanya dirinya tidak cuma jago berakting tapi juga memiliki keahlian di bidang tarik suara dengan menghadirkan single terbarunya berjudul Tegar yang dirilis sebelum dirinya mempersiapkan EP (Extended Play) perdananya.
Lagu ini sebenarnya merupakan lagu legendaris yang dipopulerkan oleh Rossa dan ditulis oleh Melly Goeslaw, dan kini versi terbarunya dibawakan ulang oleh Tissa bersama dengan Sita Nursanti yang menjadi lawan mainnya di film Panggil Aku Ayah.
Dalam keterangan pers Trinity Optima Production, Rabu (6/8), single ini diaransemen ulang dengan perspektif cerita yang lebih personal karena menjadi salah satu lagu pengiring dalam film yang dibintangi Tissa dan Sita, Panggil Aku Ayah.
Versi baru ini lebih menggambarkan hubungan mendalam antara ibu dan anak sesuai dengan apa yang ingin dikisahkan dalam tayangan layar lebar tersebut.
"Lirik lagu ini tuh, kena banget sama cerita di lagu dan juga karakternya. Rasanya kayak ngobrol langsung dari hati seorang anak ke
ibunya," ungkap Tissa.
Paduan vokal suara Tissa dan Sita dijanjikan menyatu secara sempurna, membawa sentuhan baru dari Tegar yang tetap emosional namun terasa hangat bagi pendengar lintas generasi.
Setelah Tegar dirilis, Tissa menjanjikan akan ada EP perdana yang disiapkan untuk membuktikan kemampuannya dalam bermusik.
Kini, Tegar versi anyar yang dinyanyikan Tissa Biani dan Sita Nursanti ini sudah dapat dinikmati di beragam layanan digital streaming platform yang ada di Indonesia dan video musiknya sudah dapat dinikmati lewat YouTube Trinity Optima Production.
Film Panggil Aku Ayah tayang di bioskop-bioskop di Indonesia mulai 7 Agustus 2025. (Ant/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved