Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Ringgo Agus Rahman mengaku senang dapat bermain di film drama terbaru berjudul Panggil Aku Ayah yang diadaptasi dari film Korea Selatan, Pawn. Salah satu yang membuatnya senang yakni berkesempatan syuting di Sukabumi, Jawa Barat.
Film tersebut berkisah tentang penagih utang yang mengasuh seorang anak yang ditinggal ibunya sebagai jaminan utang. Anak tersebut justru dirawat hingga tumbuh dan seperti menjadi keluarga sendiri. Sukabumi menjadi piihan salah satu latar utama cerita film, Ringgo pun senang karena mendapati suasana yang lain.
“Sukabumi itu salah satu tempat yang look-nya mungkin sekarang jadi paling hot lah buat film. Karena bentuk-bentuk yang lain kan kita tahu ya, seperti Yogyakarta, Bandung, tidak heran begitu. Nah, Sukabumi tuh ada beberapa film yang juga sudah syuting di situ, bagus. Mengingatkan kita mungkin dengan Indonesia pada tahun 80–90an. Jadi menarik sekali,” kata Ringgo Agus Rahman saat ditemui seusai konferensi pers perilisan trailer dan poster film Panggil Aku Ayah di XXI Senayan City, Jakarta, Jumat (4/7).
“Dibuka dengan pagi-pagi sebelum ke lokasi syuting (sarapan) bubur ayam dulu. Gerobakan, sudah buka dari jam 5 pagi. Ada satu sudut, terutama tempat kami nongkrong, ngopi, di Capitol, itu seperti hidden gem,” lanjut Ringgo.
Di film, Ringgo memerankan karakter bernama Dedi, yang menagih utang bersama Tatang, sepupunya, yang diperankan Boris Bokir. Menurut Ringgo, cerita yang diadaptasi oleh Visinema Studios ini memiliki keunikan dan kedekatan dengan penonton Indonesia. Dengan menampilkan sosok penagih utang seperti yang biasa dijumpai di beberapa daerah di Indonesia. Di samping itu, latar tempat dan kultur Sunda juga menjadi sentuhan tersendiri oleh sutradara Benni Setiawan di film ini.
“Menarik, di film ini akan dikasih lihat sisi humanis dari debt collector. Saat baca skenarionya, sangat Indonesia sekali,” tutur Ringgo.
Film Panggil Aku Ayah diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, disutradarai Benni Setiawan, dan dibintangi di antaranya Ringgo Agus Rahman bersama Boris Bokir, Tissa Biani, Myesha Lin, dan Sita Nursanti. Film ini akan tayang 7 Agustus di bioskop.(M-2)
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Setelah terkumpul selama satu bulan, telur didistribusikan ke setiap posyandu untuk diberikan kepada anak-anak.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Beradu peran dengan Quinn Salman dan Michelle Yuri di film Nala: Dengar Aku Juga memberikan pelajaran berharga bagi Ringgo mengenai perbedaan karakter anak.
Bagi Ringgo Agus Rahman, dinamika kehidupan berkeluarga telah mengubah prioritas bicaranya secara drastis.
Ringgo Agus Rahman mengungkapkan bahwa naskah film Esok Tanpa Ibu menjadi refleksi mendalam bagi laki-laki, terutama dalam hal kemandirian emosional.
Memerankan sosok Mang Dedi, yang sedianya sebagai seorang penagih utang kemudian beralih fungsi sebagai sosok ayah, membuat Ringgo teringat momen-momen bersama sang anak
“Kalau buat nangis itu, aku buat imajinasi sendiri. Aku buat imajinasi tentang kucing sama guk guk (anjing) lagi hujan-hujanan, cari makan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved