Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambut Ramadan dan Lebaran tahun ini, penyanyi cilik Kaisa hadir dengan single baru yang penuh keceriaan, yang berjudul Yo Eyo Lebaran.
Lagu bernuansa pop religi ini resmi dirilis pada hari pertama Ramadan, 1 Maret 2025, dan tersedia di berbagai platform musik digital seperti Spotify, YouTube, dan Joox.
Yo Eyo Lebaran merupakan lagu ceria bertema Ramadan dan Lebaran di bawah label Nona Records bersama Asraya Music, sebuah lagu indah yang mengajak anak-anak serta keluarga untuk merayakan bulan suci penuh berkah dengan semangat dan sukacita.
Lagu ini diciptakan oleh Kaisa bersama Rionaldy Septian, yang juga berperan sebagai arranger dan music producer.
Pesan Kaisa untuk Ramadan dan Lebaran, "Aku senang banget bisa merilis lagu Yo Eyo Lebaran pas hari pertama puasa! Lewat lagu ini, aku ingin ngajak teman-teman semua buat semangat puasa, saling berbagi, dan tentu saja merayakan Lebaran dengan bahagia bareng keluarga dan teman-teman!" (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved