Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambut Ramadan dan Lebaran tahun ini, penyanyi cilik Kaisa hadir dengan single baru yang penuh keceriaan, yang berjudul Yo Eyo Lebaran.
Lagu bernuansa pop religi ini resmi dirilis pada hari pertama Ramadan, 1 Maret 2025, dan tersedia di berbagai platform musik digital seperti Spotify, YouTube, dan Joox.
Yo Eyo Lebaran merupakan lagu ceria bertema Ramadan dan Lebaran di bawah label Nona Records bersama Asraya Music, sebuah lagu indah yang mengajak anak-anak serta keluarga untuk merayakan bulan suci penuh berkah dengan semangat dan sukacita.
Lagu ini diciptakan oleh Kaisa bersama Rionaldy Septian, yang juga berperan sebagai arranger dan music producer.
Pesan Kaisa untuk Ramadan dan Lebaran, "Aku senang banget bisa merilis lagu Yo Eyo Lebaran pas hari pertama puasa! Lewat lagu ini, aku ingin ngajak teman-teman semua buat semangat puasa, saling berbagi, dan tentu saja merayakan Lebaran dengan bahagia bareng keluarga dan teman-teman!" (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved