Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Hanung Bramantyo mengemukakan bahwa membuat film komedi bukan hal yang mudah.
"Saya salah satu sutradara komedi juga merasa memang enggak gampang, bikin film yang membuat orang tertawa itu tidak mudah," kata Hanung, dikutip Selasa (25/2).
Menurut dia, sutradara yang menekuni pembuatan film komedi saat ini tergolong masih terbatas karena menghadirkan film jenaka membutuhkan kreativitas tinggi.
Sutradara yang saat ini aktif membuat film komedi di Indonesia antara lain Ernest Perkasa, Arie Kriting, dan Muhadkly Acho.
Hanung mengatakan peminat film komedi di Indonesia juga tidak sebanyak film horor.
Karena tantangan-tantangan tersebut, jumlah film nasional bergenre komedi yang ditayangkan di bioskop Indonesia terbilang sedikit.
Menurut data Lembaga Sensor Film (LSF), di antara 285 judul film nasional yang ditayangkan pada 2024 hanya ada empat judul film komedi atau 1,4% dari jumlah total.
Hanung memperkirakan film Indonesia yang ditayangkan selama 2025 mencakup beragam genre, tetapi masih didominasi oleh genre drama dan horor.
Menurut dia, jumlah penonton film horor rata-rata banyak.
"Rata-rata memang cukup stabil, ada yang 700 ribu penonton di film kemarin untuk Almarhum, terus ini ada Gunung Gede itu kan sekitar 2 juta penonton," katanya.
Sementara itu, LSF mencatat film nasional yang ditayangkan pada 2024 terdiri atas 87 judul (30,5%) film horor, 141 judul (49,5%) film drama, 24 judul (8,4%) film pendek, dan 12 judul (4,2%) film dokumenter.
Selain itu ada enam judul (2,1%) film romansa, empat judul (1,4%) film kartun/animasi, empat judul (1,4%) film komedi, tiga judul (1,1%) film laga, serta masing masing satu judul film genre biografi, fiksi ilmiah, epik, dan musikal. (Ant/Z-1)
Film komedi adalah film yang dirancang untuk menghibur dan membuat penonton tertawa sambil menikmati ceritanya.
FILM komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! siap mencatatkan rekor baru! Setelah menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Saksikan dinamika keluarga yang relatable, dibalut komedi dan drama yang menguras emosi, kini sudah tayang di seluruh bioskop Indonesia!
Tayang sejak Kamis (27/11) di seluruh bioskop Indonesia, Agak Laen: Menyala Pantiku! meraih 272.846 penonton.
"Memang scene itu yang paling lama digarapnya, gue masih inget banget itu digarap dari abis makan malam terus kita pulang sampe jam 3 pagi waktu itu."
Kisah sekuel ini berpusat pada kuartet komika yakno Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved