Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPPER Calvin Cordozar Broadus Jr, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Snoop Dogg, menjadi sorotan setelah tampil di acara Crypto Ball, sebuah perayaan pra-pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump.
Dalam acara tersebut, Snoop membawakan beberapa lagu hits. Ia membawakan lagu berjudul Don’t Stop Believin’ dari Journey dan Three Little Birds (Don’t Worry About a Thing) dari Bob Marley. Tak lupa, Snoop juga menyanyikan lagu populernya sendiri yang berjudul Drop It Like It’s Hot.
Berdasarkan video yang beredar di akun media sosial X, milik @robsmithonline, Snoop meminta penonton untuk ikut menyanyikan lagu-lagu tersebut. Namun, tanggapan dari penonton dianggap kurang antusias jika dibandingkan dengan suasana konser besarnya di masa lalu.
Tak hanya tamu penting, sejumlah selebritas juga turut hadir dalam acara ini, termasuk rapper Rick Ross dan bintang UFC Colby Covington. Covington bahkan mengunggah momen bersama Snoop di platform X dengan keterangan, “Nuthin' but a ‘G’ Thang.”
Sayangnya, penampilan tersebut justru memicu kritik tajam dari para tamu undangan dan warganet. Banyak yang mempertanyakan alasan Snoop tampil di acara perayaan Trump. Bahkan tak segan ada yang menuduhnya memberikan dukungan untuk Presiden terpilih tersebut.
Perlu diketahui, reaksi negatif ini muncul berdasarkan sejarah panjang Snoop yang sebelumnya dikenal sebagai pengkritik Trump.
Pada tahun 2007, Snoop muncul di acara “The Apprentice” yang dipandu Trump. Tetapi, beberapa tahun kemudian, ia kerap mengejek Trump, termasuk dalam video musiknya “Lavender” yang rilis pada tahun 2017.
Dalam video musiknya tersebut ia menggambarkan Trump sebagai badut, dan memperlihatkan adegan menembak kepala sang presiden.
Meski begitu, sikap Snoop berubah pada Januari 2024, ketika ia memuji Trump atas grasi yang diberikan kepada Michael Harris, pendiri Death Row Records, pada tahun 2021.
Sebagai informasi, Michael Harris, merupakan seorang tokoh di balik Death Row Records. Ia pernah dipenjara selama lebih dari tiga dekade atas tuduhan konspirasi dan percobaan pembunuhan. Michael kemudian mendapatkan grasi dari Trump pada tahun 2021.
Snoop, yang pernah bergabung dengan Death Row Records dan mengambil alih Perusahaan tersebut pada tahun 2022, mengungkapkan rasa hormat kepada Trump atas keputusan bijaksananya itu.
“Donald Trump? ... Dia tidak pernah melakukan hal buruk kepada saya. Bagi saya, Dia hanya melakukan hal-hal hebat,” kata Snoop dalam wawancara dengan The Sunday Times.
Tak hanya dikritik warganet, penampilan Snoop juga menuai kritik dari sejumlah pihak lain. Aktris Yvette Nicole Brown menyebut bahwa penampilan Snoop dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan atas kebijakan kontroversial Trump.
Namun, musisi Kid Rock membantah anggapan tersebut. Ia menyatakan bahwa tampil di acara semacam itu tidak berarti menyetujui semua kebijakan Trump.
Momen yang menarik perhatian dalam acara tersebut adalah ketika Snoop membawakan Don’t Stop Believin
Meski mendapat sorakan dari sebagian penonton, Snoop tetap menyelesaikan penampilannya. Ia seolah ingin menyampaikan pesan bahwa musik bisa menjadi sarana untuk menyatukan orang, terlepas dari perbedaan pandangan politik.
(Sumber: TMZ.com, Fox.news, akun X @robsmithonline, The Sunday Times/Z-9)
Rapper Snoop Dogg resmi ditunjuk sebagai pelatih kehormatan Team USA untuk Olimpiade Musim Dingin 2026.
Rapper Snoop Dogg resmi bergabung dalam struktur kepemilikan Swansea City dengan nilai investasi yang dirahasiakan.
Snoop Dogg resmi menjadi co-owner klub asal Wales, Swansea City.
Snoop Dogg merespons kebencian yang diterimanya setelah tampil di acara Inauguration Ball Presiden Donald Trump melalui sebuah video Instagram.
Aktor yang identik dengan film Mission Impossible itu melompat dari atap Stadion Stade de France lalu mendarat ke tengah lapangan mengambil bendera Olimpiade sebagai simbol serah terima.
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas dalam operasi ini mencapai 121 orang.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
BINTANG global asal Puerto Rico, Bad Bunny, sukses menyulap panggung Super Bowl 2026 di California menjadi pesta jalanan raksasa.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
Taipan media Jimmy Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan keamanan nasional. Dunia internasional kini menanti langkah Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved