Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPUTARAN ekonomi dari industri film Indonesia diperkirakan akan terus naik. Tahun 2022, perputaran ekonomi mencapai Rp130 triliun dan ditaksir akan naik 20% pada 2027. Pertumbuhan industri film ini menuntut pula profesionalitas dan kualitas yang tinggi dari kru film dalam negeri.
Terkait dengan itu, Netflix Indonesia dan Jogja – Netpac Asian Film Festival (JAFF) membuat program pelatihan Reel Life Film Camp. Program yang menyasar kru baru perfilman Indonesia telah dimulai sejak September 2024 dalam bentuk pelatihan daring yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan luring di ajang JAFF 2024.
Dari 600 peserta yang mendaftar, ada 75 peserta terpilih yang mengikuti program Reel Life Camp ini. Para peserta yang terseleksi itu sudah meniti karier di industri perfilman, namun memerlukan peningkatan skill juga peluang baru untuk mengembangkan bakat.
“Kami sebagai produser selalu punya tantangan tiap ada proyek, dengan melihat jumlah produksi di Indonesia dan series meningkat. Secara industri, film Indonesia sedang ada di posisi yang sangat manis. Namun muncul tantangan baru, yakni SDM film kurang. Dengan program ini, kami ingin mengumpulkan bakat baru, mengkurasi mereka,” kata salah satu mentor Reel Life Film Camp, produser Come and See Pictures, Tia Hasibuan, saat konferensi pers di Artotel Bianti, Yogyakarta, Senin, (2/12).
Tia juga melanjutkan, lewat program ini, para talenta baru yang ingin masuk ke industri perfilman juga bisa menjadi kesempatan baik. “Ini akses yang terbaik (masuk perfilman) menurut saya,” tambah Tia.
Reel Life Film Camp menyediakan enam program pelatihan yang terdiri dari produksi, pasca-produksi, desain tata suara, efek visual (vfx), dan aktor. Pada setiap program, ada empat peserta terpilih yang mengikuti pelatihan luring, dilanjutkan dengan latihan kerja dengan cara diikutsertakan ke proyek yang diproduksi Netflix. Peserta yang akan disertakan dalam produksi tersebut berasal dari bidang pasca-produksi, asisten produksi, dan keuangan produksi sebagai asisten.
“Paling menarik dari pelatihan ini adalah langsung berkecimpung di produksi, jadi langsung praktik. Tantangan-tantangan yang mereka dapatkan secara teori atau di produksi lain, saat berkecimpung di produksi baru, dia akan belajar hal baru lagi. Ini jadi pembentukan yang baik untuk talent ini,” tambah produser Wilza Lubis yang juga menjadi mentor. (M-1)
Menurut Teddy Soeriaatmadja, waktu luang yang cukup panjang setelah penayangan di JAFF memberikan kesempatan emas baginya untuk meninjau kembali keseluruhan film.
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), yang memasuki edisi ke-19 dengan tema Metanoia telah ditutup, Sabtu (7/12).
Film Yohanna memenangkan kategori film terbaik, sutradara terbaik, naskah terbaik, dan peran terbaik untuk Laura Basuki, Kirana Grasela, dan Iqua Tahlequa.
JAFF 2024 telah usai. Selama sepekan, 182 film diputar dan berkompetisi, dan ditonton oleh 24.362 penonton. Berikut adalah daftar film pemenang JAFF 2024.
Tahun ini, JAFF pun mencatatkan rekor baru dengan jumlah kunjungan penonton terbanyak sepanjang sejarah festival tersebut.
SMONG Aceh merupakan kilas balik bagaimana bencana tsunami menghempas pesisir terbarat Indonesia, 20 tahun lalu, dan menelan korban lebih dari 200 ribu jiwa.
Brooklyn Beckham akhirnya buka suara. Ia menegaskan tak ingin lagi dikendalikan orang tua dan membongkar konflik narasi di keluarganya.
Go Youn Jung dan Kim Seon Ho viral di Indonesia! Jajan cilok, naik bajaj, hingga pemotretan unik bernuansa lokal bikin fans heboh.
Aktor Korea Selatan Kim Seon-ho mengungkap fakta menarik di balik salah satu adegan paling ikonik dalam episode pertama drama Can This Love Be Translated?.
Lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia menonton konten Indonesia pada 2025, dan 35 tayangan Indonesia berhasil masuk dalam daftar Top 10 Global Netflix.
BAGI sutradara Sim F, kembali ke kursi sutradara setelah lima tahun sejak film Susi Susanti: Love All (2019) bukan sekadar urusan profesional.
INDUSTRI film Indonesia bersiap melakukan terobosan besar pada tahun 2026 dengan menghadirkan pilihan cerita yang jauh lebih beragam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved