Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CHINTYA Gabriella baru saja merilis singel terbaru berjudul Ambisius, yang menceritakan bahwa ambisi yang berlebihan bisa membuat kita lelah, sekaligus mengajak pendengarnya untuk tidak terjebak dalam ambisi yang berlebihan.
Menurut Chintya, ambisi itu penting, namun juga harus menjaga tubuh dan tidak melupakan istirahat. Terkadang, orang yang terlalu ambisius bisa sampai mengabaikan makan dan tidur, yang tentu saja tidak baik, karena hidup memiliki batas waktu.
“Kalau nggak punya ambisi, nggak manusia namanya. Tapi yang pasti, boleh bekerja, tapi jangan sampai badan kita nggak terurus. Jangan lupa istirahat. Kadang-kadang kita yang ambisius ini nggak makan, nggak tidur. Itu kan juga nggak baik buat kita. Jadi ayo kita mulai memaknai hidup kita, karena hidup kita ini ada ujungnya loh, ada batasnya. Maknai hidup ini, jangan terlalu ambisius,” ujar Chintya dalam acara Ambisius Release Party di SCBD, Senayan, Jakarta, Jumat (29/11).
Salah satu alasan terciptanya lagu ini berdasarkan pengalaman pribadi Chintya Gabriella, yang memiliki kebiasaan menulis jadwal setiap kali menjelang tidur.
Menurutnya, kebiasaan ini adalah wujud dari betapa ambisiusnya dirinya dalam mengatur waktu untuk mencapai target-target pribadi.
“Ambisius banget. Aku tuh setiap mau tidur aku selalu nulis jadwal. Aku journaling. Aku nulisin jadwal aku dari jam 5 pagi sampai tidur sampai jam 11 atau jam 12 malam aku udah tulisin jadwalnya. Jadi emang kayak aku se-ambisius itu untuk bikin jadwal aku sehari-hari,” ujarnya.
Chintya mengakui bahwa kebiasaan tersebut sangat melelahkan, sehingga lagu ini menjadi bentuk curahan hati untuk mengingatkan dirinya dan orang lain tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara ambisi dan istirahat.
Lagu Ambisius dianggap sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di pusat Jakarta, tempat banyak orang dengan ambisi besar beraktivitas, dan menurut Chintya, lagu ini asik dinikmati di segala suasana, baik saat bekerja maupun santai.
"Paling enak didengerin pas lagi mau berangkat kerja. Pas kerja juga boleh. Pas lagi santai-santai. Pokoknya lagu ini tuh memang bikin kita tuh kayak geleng-geleng terus gitu. Pokoknya asik dinikmati di segala suasana,” ujarnya.
Lagu yang mengingatkan kita untuk tidak terlalu ambisius ini dirilis pada 29 November 2024 dan sudah bisa didengarkan di platform musik digital.
Ambisius
Kau terlalu ambisius
Seluruh hidupmu hanya kerja terus
Semua begitu serius
Tak terurus
Badanmu dipaksa terus
Merasa paling tahu
Mana yang baik untuk dirimu
Mana yang perlu dan yang tak perlu
Kita hanya sementara
Dan kita ada ujungnya
Jangan sampai hilang makna
Karena kita sementara
Tak terurus
Badanmu dipaksa terus
Merasa paling tahu
Mana yang baik untuk dirimu
Mana yang perlu dan yang tak perlu
Kita hanya sementara
Dan kita ada ujungnya
Jangan sampai hilang makna
Karena kita sementara
Kita hanya sementara
Dan kita ada ujungnya
Jangan sampai hilang makna
Karena kita sementara
Jangan sampai hilang makna
Karena kita sementara. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved