Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik rock alternatif asal Bandung, for Revenge, menghadirkan karya bernuasa baru dengan petikan gitar akustik yaitu Penyangkalan-Acoustic yang diharapkan mampu menunjukkan sisi lain dari band ini.
Dalam siaran pers, dikutip Selasa (26/11), band beranggotakan Moch Boniex Nurwega, Arief Ismail, Izha Muhammad, dan Archims Pribadi itu mengaku ide akustik ini datang setelah mereka ingin mengeksplorasi sisi emosi lain dari karya mereka yang sudah ada yaitu Penyangkalan.
Ide ini disetujui label mereka Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI) dan dilanjutkan dengan proses pengerjaan yang memakan waktu sekitar satu bulan lamanya.
Cara Boniex, yang merupakan vokalis dalam grup itu, juga ikut berubah, ia bernyanyi dengan lebih lembut agar menyesuaikan dengan perubahan aransemen yang dilakukan.
for Revenge berharap Penyangkalan-Acoustic bisa menunjukkan sisi lain dari musik mereka agar penikmat musik-musik akustik yang mungkin sebelumnya tidak mengenal band yang sudah eksis sejak 2006 ini, kini bisa mengenal dan menikmati karya mereka.
Ke depan, masih ada single lain yang akan ditampilkan dalam nuansa baru akustik yakni Sadrah dan Semula.
Khusus untuk dua lagu ini, for Revenge tidak sendirian karena akan berkolaborasi dengan Meiska (untuk Sadrah) dan More on Mumbles ( untuk Semula).
Pemilihan Meiska sendiri rupanya sudah terjadi jauh sebelum ide akustik ini tercetus. Saat itu for Revenge dan Meiska sudah pernah menyanyikan lagu Sadrah bersama-sama di sebuah acara dan mendapatkan respons yang sangat positif.
Karena itu, tim label dan for revenge pun memilih untuk meneruskan kolaborasi tersebut hingga ke versi akustik ini.
Sementara, untuk More on Mumbles sendiri, bermula dari ketertarikan Boniex dengan karakter suara Lintang, sang vokalis. Tim Sony Music pun kemudian menawarkan untuk mewujudkan kerja sama tersebut dengan menyanyikan Semula versi akustik yang langsung disetujui for Revenge.
Nantikan karya akustik lainnya dari for Revenge dan sembari menanti dengarkan single akustik for Revenge Penyangkalan-Acoustic yang sudah bisa didengarkan di beragam platform musik digital di Indonesia. (Ant/Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved