Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RIGASKARA, ex-bassist band Anomalyst & Satu Per Empat, memulai jejak solo kariernya dengan merilis single berjudul Bunga Mawas. Single ini diambil dari bakal album perdana Rigaskaram yang akan dirilis pada 2025.
Mengenai Bunga Mawas, Rigaskara bercerita, “Saya menulis lagu ini ketika saya merasakan puncaknya sepi di medio awal 2023. Ketika saya menjalankan tur bersama .Feast di Februari 2023, di tengah berjalannya tur, saya terkena musibah yang membuat tangan kanan saya patah, sehingga setelah tur harus menepi dan absen dari segala aktivitas bermusik selama lebih kurang dua bulan. Sangat sepi ketika itu, tapi saya tidak merasa terpukul ataupun kesepian.”
Sang musisi mengungkapkan fase perenungan selama dua bulan itu ia banyak menyelam merenung mengenai fase dirinya, termasuk berkontemplasi tentang apa saja yang harus ia tinggalkan, apa saja yang harus dikalibrasi, dan apa saja yang harus dibenahi untuk menjadi pribadi, musisi, manusia, bahkan nantinya kepala keluarga yang jauh lebih baik dari sosok seorang Rigaskara sebelumnya. Maka lahirlah Bunga Mawas dan lagu-lagu lainnya yang nantinya akan ada di album debut solois ini.
Baca juga : Potret Lakukan Comeback dengan Single Jangan Lupa Pulang
Bunga Mawas ditulis oleh Rigaskara bersama Raunala Maruti, yang juga berperan sebagai co-writer & creative director.
Single ini adalah hasil co-produce Riga-panggilan akrab musisi yang piawai bermain bass ini, bersama Rama Harto dan Hardy Susetio di rekamkamar, Klender, Jakarta.
Mengenai arahan bermusik di albumnya, Riga dan tim produser sepakat untuk tidak mendengarkan referensi musik ketika bekerja di dalam studio.
Baca juga : Berkolaborasi dengan Orestes, Heartwire Rilis Single Kilatan
“Saya pribadi menghindari mengerjakan lagu berdasarkan referensi. Saya dan Rama sepakat untuk merespon dan mengarahkan lagu sesuai dengan ‘rasa’ yang kami rasakan ketika mendengarkan demo, lalu kami arahkan setiap lagunya untuk mengalir dan bernafas, tanpa melimitasi ataupun mengkotakkan dalam genre serta pakem apapun. Ada satu bagian dalam Bunga Mawas yang saya take vocal-nya tidak menghadap mic, tapi menghadap tembok. Hahahaha. Sering juga kami bongkar pasang studio untuk mendapatkan ‘momen’ yang kami benar-benar suka. Kami senang banget bisa bebas eksplorasi dan menemukan teritori musikal yang berbeda-beda dalam proses pengerjaan album ini. Harapannya etos metode kami yang serba DIY (do-it-yourself) dan punk ini bisa memberikan ‘nyawa’ yang unik untuk setiap lagunya”, kisahnya.
Single ini menjadi pembuka hubungan Riga bersama Sun Eater Coven/Sunny Network dalam perilisan karya-karyanya.
“Saya dekat dan kenal kenal tim Sun Eater sudah dari awal mereka berdiri, sampai sekarang. Sudah natural untuk saya percayakan perihal perilisan ke mereka tanpa mikir panjang, hahaha,” ungkap Riga.
Bunga Mawas sudah dapat dinikmati di semua kanal digital pada 27 September 2024 via Sun Eater bersama lyric video yang ditayangkan di YouTube resmi milik Rigaskara. (Z-1)
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved