Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SYUTING film horor Kemah Terlarang: Kesurupan Massal menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi Zenia Zein. Menurutnya, banyak tantangan yang ia hadapi dan pelajaran yang didapat.
“Aku, dari pengalaman syuting ini, bisa belajar banyak banget. Menurutku, ini salah satu syuting yang paling berkesan. Tantangannya banyak banget, tapi di waktu yang sama, berharga banget buat aku,” ungkap Zenia, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/10)
Pengalaman horor yang dialami Zenia selama proses syuting film Kemah Terlarang cukup membekas baginya. Pasalnya, tidak hanya satu kejadian yang ia alami, tetapi ada beberapa kejadian mistis yang menimpanya.
Baca juga : Zenia Zein Tertantang Perankan Sosok Pemberani di Film Kemah Terlarang
“Kalau soal pengalaman horor, aku sudah ada beberapa yang aku share, soal telur, penampakan, dan yang menurutku paling membekas itu sinden,” ujar Zenia.
Menurutnya, kejadian horor yang menimpanya semua itu berkaitan dengan sinden yang ia nyanyikan. Pasalnya, saat ia menembangkan sinden yang berbeda dari yang asli, selalu ada kejadian aneh yang terjadi.
“Telur dan sebagainya itu kayaknya karena aku pada saat belajar nembang, itu bukan tembang yang seharusnya aku nyanyiin. Aku pakai, masih pakai referensi, dan sampai titik pada akhirnya aku pakai tembang Kaulos Arso, aku berhenti diganggu,” katanya.
Baca juga : Dimas Juju Hampir Kesurupan Saat Syuting Film Kemah Terlarang: Kesurupan Massal
Zenia menjelaskan setiap sinden referensi yang ia pakai, ia selalu diganggu oleh hal-hal yang berbau mistis. Gangguan itu berhenti ketika Zenia menembangkan sinden yang sesuai dengan apa yang ia dengar saat mengalami ketindihan.
“Yang pakai referensi itu tembang orang, bukan tembang yang Mas Wakhid bikin, itu aku diganggu terus. Tapi sampai akhirnya aku nembang dengan benar, sesuai dengan yang aku dengar pas aku ketindihan, gapapa,” akunya.
Walaupun syuting yang ia alami sangat berat, Zenia merasa sangat senang karena semua yang terlibat sangat suportif.
Dalam film Kemah Terlarang, Zenia tampil berani dan berbeda dari penampilan biasanya. Untuk melakukan syuting ini, ia bahkan harus memotong pendek rambutnya hingga ia diberikan sapaan anjing puddle.
“Terima kasih, Mbak Gita, sudah buat aku menjadi perempuan yang berani untuk tampil beda dan percaya diri juga. Rambutku dipotong, terus dikrining, terus aku dibilang anjing puddle,” ujarnya sambil tertawa. (Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved