Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Helma Namira kembali menyapa penikmat musik lewat karya terbarunya berupa single yang diberi judul I Wanna. Lagu berlirik bahasa Inggris itu, mengusung cerita tentang perempuan yang terjebak dalam hubungan tanpa status.
Lewat keterangan tertulis, Helma mengatakan penulisan lirik lagu ini terinspirasi dari pengalamannya saat dekat dengan seorang pria yang ia sukai. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika keduanya sama-sama tahu bahwa mereka saling suka, status hubungan asmara masih tidak kunjung jelas.
"Sebagai cewek kan kita mau jalan-jalan, makan, gandengan, berenang, karaokean, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama-sama," ucap Helma.
Baca juga : yowha Ceritakan Perasaan Takut tidak Diterima Lewat Single Siluman
"Jadi lewat lagu ini, si cewek ini kaya mau menegaskan bahwa ada banyak banget hal menyenangkan yang bisa dilakukan kalau status sudah benar-benar jelas bahwa kita berpacaran," tuturnya.
Dari curahan hatinya tersebut, Helma Namira kemudian meminta Dharu Trihatmojo sebagai produser dari Mojomusic untuk membantu proses pengkaryaan lagu ini. Rekaman dilakukan di Mojo Studio, Serpong, dengan sosok Seno Kasatrio yang didaulat menangani proses mixing.
Mengusung genre pop dengan tempo upbeat yang menyenangkan, lirik penuh emosi dibawakan dengan energi yang cenderung ceria.
Baca juga : Elisa Jacqueline Rilis Single Tak Ingin Terulang Lagi
Di tengah lagu, Helma menyisipkan monolog berisi penegasan kepada sosok pria yang menjebaknya dalam ketidakjelasan status.
Menariknya, proses produksi single ini justru menghantarkan Helma untuk dekat dengan pria lain. Berbeda dengan isi lagu dari kisah sebelumnya, kali ini hubungan asmaranya justru benderang ketika sosok laki-laki tersebut menyatakan cinta.
"Jadi sejak awal proses produksi lagu ini, aku udah dekat dengan cowok lain dan aku cerita bahwa lagu ini liriknya menjelaskan kalau aku lelah di-php-in doang. Terus setelah mikir, dia malah nembak dan jadian," katanya.
Baca juga : Cecil Yang Rilis Single Debut 321 (I'm Callin')
Helma Namira berharap, lagu ini dapat menjadi peneman bagi siapapun yang tengah atau pernah terjebak dalam hubungan tanpa status, baik itu pria maupun wanita. Karena menurutnya, korban HTS dan PHP nyatanya tak terbatas gender.
"Saran buat teman-teman yang sedang berada di fase yang sama, digantungin orang, pakai lagu gue ini biar HTS-an kalian selesai dan langsung jadian. Atau setidaknya berhenti lah di-php-in dalam hubungan tanpa status, tanpa arah dan bikin elo bete plus sedih doang," tutur Helma Namira.
Helma Namira sendiri merupakan penyanyi dan penulis lagu asal Depok yang telah merilis sejumlah karya berupa single, yakni The Light (2020), Free Me (2023), How Could (2023), Nammu (2023), dan Unthinkable (2024).
Baca juga : Naura Ayu Rilis Single Di Depan Mata
Dalam karya-karyanya, Helma kerap mengisahkan cerita tentang perjalanan hidupnya dalam penerimaan diri. Segala kekhawatiran, keresahan, dan kegundahan tentang persoalan krisis identitas yang dimilikinya, dan juga permasalahan mental yang dialami, dituangkan dalam lagu yang ia ciptakan.
Sebagai salah bentuk terapi untuk lebih kuat menjalani kehidupan, perempuan 27 tahun itu menuangkan cerita hatinya melalui lirik-lirik lagunya. Seluruh lirik dan lagunya merupakan kisah pribadi yang Ia bagikan kepada para pendengarnya.
Bagi penyanyi kelahiran Bogor, 4 November 1996 itu, semua yang disampaikan di dalam lagu-lagu tersebut adalah hal-hal yang tidak dapat diungkapkan sebelumnya, sehingga memunculkan ide untuk membuat EP atau mini album berjudul Unspoken atau Tak Terungkapkan, yang siap dirilis dalam waktu dekat.
Saat ini, single I Wanna milik Helma Namira sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai Jumat (27/9). (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved