Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
RANDI Yuda Pratama, musisi dangdut-pop pendatang baru asal Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatra Barat, mulai dikenal publik setelah lagu-lagunya viral di platform digital.
Musisi yang lahir pada 21 Juni 2002 itu mengaku, meski tertarik pada musik sejak 2010, baru pada 2024, ia memutuskan serius terjun ke industri ini.
“Awalnya, saya bertemu dengan Sherina Avelya Wedyan. Dia musisi Minang, guru seni juga. Dia waktu itu ngajak duet, sampai melahirkan beberapa lagu, kayak Uda Ka Adiak Pakai Lamo dan Bakasiak Mato Mamandang,” ungkap Randi melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (29/9).
Baca juga : Cita Amelia Rilis Single Mantenan
Sejak 2019, Randi aktif sebagai konten kreator di platform YouTube (RandyOfficialD), TikTok (@randyofficial_), dan Instagram (randyofficial_), berbagi konten yang menarik perhatian banyak orang. Kini, ia tidak hanya dikenal sebagai konten kreator, tetapi juga sebagai musisi.
“Musik adalah cara saya mengekspresikan diri. Saya terinspirasi oleh banyak musisi, seperti Agnes Monica dan Ayu Ting Ting,” tambahnya.
Lagu-lagu Randi, termasuk Ciinan Bana dan Uda Ka Adiak Pakai Lamo, telah mencuri perhatian publik. Randi percaya setiap karya yang dihasilkan harus memiliki makna yang dalam dan bisa terhubung dengan pendengar.
Baca juga : Industri Musik di Kota Aceh Semakin Berkembang
“Saya ingin menjadi musisi yang bisa menginspirasi orang lain. Musik adalah bahasa universal yang bisa menyentuh hati setiap orang,” terangnya.
Dalam proses penciptaan lagu, Randi sering kali mendapatkan inspirasi saat menjelang tidur. Ia mencatat ide-ide yang terlintas, lalu merangkai lirik menjadi sebuah lagu yang siap dinikmati.
“Proses kreatif itu memang kadang datang tiba-tiba. Saya harus cepat menangkapnya agar tidak hilang,” tuturnya.
Randi menyadari tantangan yang dihadapinya sebagai seorang musisi, terutama dalam menciptakan lagu yang berkualitas. Namun, ia bertekad untuk terus belajar dan berinovasi.
“Setiap lagu punya cerita tersendiri. Saya harap pendengar bisa merasakan emosi yang ingin saya sampaikan melalui karya saya,” pungkas Randi. (Z-1)
Melalui Nikah Sempurna, Vadel Nasir menuangkan keinginan mendalam untuk bisa menikahi pasangan dengan segala kekurangan yang ada.
Sampai Antariksa menjadi refleksi perjalanan cinta Mirip Guntur yang dirangkai dari potongan keseharian.
Secara lirik, lagu The Bridge of Emptiness dari Beeswax menggunakan metafora sebuah jembatan untuk menggambarkan dinamika hubungan antara dua orang.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Lagu PadaMu Kubersujud dari Melisa Darusman lahir dari tempat yang paling sunyi dalam diri, sebuah ruang tempat manusia tidak lagi memiliki kata-kata, dan yang tersisa hanyalah kepasrahan.
Inspirasi lagu 1000x berangkat dari keresahan Ghea Indrawari terhadap fenomena sosial yang ia amati belakangan ini.
MEMASUKI usia 74 tahun, sang Ratu Dangdut Indonesia, Elvy Sukaesih hingga kini masih tetap aktif berkarya. Terbaru, Elvy akan tampil di festival musik Synchronize Fest 2025
Masdddho memulai karier dari platform TikTok, mengunggah video cover dan karya-karya awalnya sebelum akhirnya merilis lagu-lagu original.
RHOMA Irama membagikan kabar duka pada pagi ini, Minggu (13/7). Sang Raja Dangdut menginformasikan bahwa penyanyi dangdut senior Yunita Ababiel meninggal dunia.
Bucek Depp dan aktris muda Nadya Arina, yang memerankan tokoh ayah bernama Tyo dan calon ibu fiksi dari grup GJLS, Feni, membawakan lagu dangdut tersebut sebagai soundtrack (lajur suara)
RAJA Dangdut Indonesia Rhoma Irama mengapresiasi banyaknya penciptaan lagu saat ini yang semakin kreatif dan inovatif. Salah satunya, tecermin dalam kompetisi bertajuk LCLD 2025.
Setiap lagu dalam album ini memiliki karakter unik yang menggambarkan perjalanan dangdut dari akar tradisionalnya hingga berkembang ke berbagai subkultur modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved