Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DI balik kesuksesan selebritas dan pengusaha Raffi Ahmad, 37, sejumlah titik terendah sempat dilalui pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini. Dalam siniar yang dipandu Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Hilmar Farid, Raffi menceritakan dua titik terendah dalam hidupnya.
Namun peristiwa yang menjadi titik terendah itu juga menjadi titik balik Raffi untuk bangkit. Titik terendah pertama adalah kematian sang ayah pada 2006 silam saat Raffi masih berusia 16 tahun.
“Itu membuatku (berpikir), wah aku hancur nih kayaknya, bokap meninggal, siapa yang cari duit?” ujar Raffi dalam siniar yang tayang di Youtube Jalin, diunggah Selasa (30/7) lalu.
Baca juga : Nicholas Saputra tidak Ragu Soal Kepedulian Anak Muda di Isu Keberlanjutan
Namun setelah itu ia menyadari bahwa Tuhan membukakan jalan rezeki baginya. Sejumlah tawaran film layar lebar maupun televisi terus berdatangan. Pada akhir 2006, nama Raffi semakin melejit ketika bergabung grup vokal Bukan Bintang Biasa (BBB) besutan musisi Melly Goeslaw.
“Saat kita down, ternyata Allah kasih rencana terbaik buat kita. Setelah papaku meninggal gak lama malah aku lebih dikasih (rezeki). Yang paling penting niatnya memang kita cari uang bukan buat kita sendiri tapi juga untuk keluarga,” ungkapnya.
Titik terendah kedua adalah ketika Raffi Ahmad ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) akibat penyalahgunaan narkoba pada 2013 silam. Ia sempat berpikir kariernya akan hancur karena kasus tersebut.
Baca juga : Raffi Ahmad dan Marc Klok, Seleb dan Atlet Paling Populer 2023
“Setelah keluar dari BNN saya pikir karier saya hancur. Tapi karena niatnya kita mau lebih baik lagi, malah Allah kasih lagi (kesempatan). Jadi cobaan itu pasti akan selalu ada buat kita. Saat kita down bukan berarti kita hancur. Kalau kita bisa keluar dari lubang itu kita akan naik ke level yang lebih baik lagi,” tutur pemilik perusahaan RANS Entertainment itu.
Saat ini Raffi ingin RANS bisa terus berkelanjutan bahkan ketika dirinya sudah tidak ada. Ia berharap RANS bisa menjadi warisan yang bermanfaat untuk banyak orang.
“Waktu itu saya berpikir, sampai kapan ya di dunia entertain ini kalau gua cuma mengandalkan sebagai Raffi Ahmad? Akhirnya saya belajar tentang IP (Intellectual Property), belajar bagaimana aku bisa gak kerja pakai badan aku, jadi aku bekerja pakai IP-IP aku yang bisa aku kelola,” katanya.
“Aku ingin mewariskan sesuatu. Kalau aku mati pun RANS akan tetap menjadi legacy dan vehicle yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Akhirnya RANS itu aku hidupkan menjadi suatu vehicle yang bisa menjadi F&B, FMCG, Sport. Jadi ingin seperti Walt Disney lah. Walt Disney itu nama orang, dia sudah meninggal tapi ada (produk) Mickey Mouse, dan lain-lain,” pungkasnya.
(Z-9)
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved