Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP pop-akustik D'Cinnamons merilis single baru berjudul Bukan Salah Kopi. Single ini turut memperdengarkan permainan gitar dari maestro fingerstyle Jubing Kristianto.
"Lagu ini terinspirasi dari momen di sebuah kedai kopi kecil di Bandung. Kursi yang tidak berjarak, membuat pengunjungnya mau tidak mau bisa mendengar obrolan 'kursi' sebelah. Dan mau tidak mau, akhirnya tergelitik untuk saling berinteraksi," tulis D'Cinnamons dalam keterangan resmi.
Lagu Bukan Salah Kopi ditulis dari inspirasi saat vokalis dan gitaris Diana Widoera (Dodo) ke sebuah kedai kecil dan pengalaman itu menggelayut dalam benaknya hingga berujung lahirnya sebuah lagu.
Baca juga : RINI Rilis Single Matter To You
Kedai kopi sederhana yang tidak menyediakan sofa dan wi-fi itu ternyata membawa kehangatan yang mendorong pengunjungnya untuk berinteraksi.
Baca juga : Jesenn Rilis Single Kelima Baik Adanya
"Tapi apa yang terjadi ternyata di balik kesederhanaan ini, kopi bukan sekadar rasa, tempat, dan internet. Tapi menggugah panggilan manusia yang paling dasar, yaitu panggilan untuk bersosialisasi," kata Dodo.
Dodo lebih dalam mengendapkan bahwa esensi manusia adalah saling berinteraksi. Kopi bisa menjadi sarana yang menyatukan orang-orang dengan berbagai latar belakang ke dalam percakapan hangat.
“Kenapa kami sepakat kasih judul Bukan Salah Kopi? Karena ternyata yang membuat kopi itu terasa hangat bukan dari kopinya, tapi dari interaksi manusianya. Mau dimanapun kita menyeruput kopi, semewah atau sesederhana apapun tempat kita ‘ngopi’, tetap akan terasa hangat dan nikmat bila dibubuhkan interaksi. Baik dengan orang-orang terdekat, atau dengan orang yang baru kita kenal sekalipun,” lanjut bassist Riana Mayasari.
Baca juga : Gini Gini Aja, Ode Langit Sore untuk Mereka yang Merasa Terjebak
Jubing Kristianto yang menjadi kolaborator pun sepakat dengan esensi dari komunikasi dan kehidupan social manusia yang mungkin kerap terabaikan.
Melalui lagu ini, Jubing berharap ada kehangatan yang hadir untuk kita terus saling menjaga kehidupan bersosial, setidaknya lewat salam dan sapa.
"Mendengar lagu ini ada perasaan nyaman, hangat, dan intim. Serasa memeluk kenangan-kenangan lama. Liriknya pun mencerahkan, mengingatkan kita agar jangan lupa berbicara atau sekadar menyapa kepada keluarga atau teman-teman kita."
"Lewat single ini, D'Cinnamons juga menghadiahi saya pengalaman baru. Biasanya bila membantu mengisi musik untuk rekaman, saya main gitarnya di dalam lagu. Namun, baru kali ini saya diberi kesempatan bikin komposisi pendek untuk dimainkan di akhir lagu saja. Seperti apa jadinya? Yuk kita dengarkan!" tukas Jubing. (Z-1)
Memulai perjalanannya sebagai kreator konten, Eca Aura kini semakin memantapkan posisinya sebagai penyanyi profesional di bawah naungan label besar.
Penyanyi cilik Chelsea Felicia kembali meramaikan industri musik anak Tanah Air dengan meluncurkan album kedua bertajuk My Precious Moments.
Tahun ini, Java Jazz Festival resmi memindahkan lokasi acaranya ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.
Melalui lagu Inikah Cinta, Juke Band berusaha membawa pendengar bernostalgia dengan warna musik pop alternatif romantis yang sempat berjaya di medio 2000-an.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
RiSing dirancang sebagai jembatan antara penikmat musik dan pelaku industri yang saling menguntungkan dengan menghadirkan layanan profesional berkaraoke di rumah yang praktis dan legal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved