Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DUO Wasia Project, yang dibentuk kakak beradik Will Gao dan Olivia Hardy, resmi merilis single terbaru mereka, Takes Me Back Home.
Dirilis melalui AWAL Recordings, lagu ini adalah sebuah balada yang terdengar lembut namun sekaligus juga menawan.
Mengeksplorasi makna dari memiliki sebuah tempat untuk kembali pulang sekaligus hasrat untuk dapat merasa lebih terhubung dengan seseorang lebih dalam, Takes Me Back Home dirilis bersamaan dengan pengumuman EP kedua mereka yang berjudul Isotope.
Baca juga : Wasia Project Rilis Single Is This What Love Is?
EP mendatangnya akan menjadi sebuah pengalaman musik yang menarik bagi duo asal Inggris ini. Sebab, EP ini menjadi penanda babak baru untuk Wasia Project.
Baca juga : Rendy Pandugo Rilis Single 3..2..1
Dengan aransemen yang lembut, berbagai emosi digambarkan melalui lagu ini lewat nada-nada manis yang dinyanyikan Hardy sepanjang Takes Me Back Home.
Dibalut dentingan piano, dengungan rendah yang diwakili oleh suara organ, dan alunan string, semua menjadi satu untuk menggambarkan perasaan rindu.
Wasia Project mengatakan, "Takes Me Home, pada dasarnya, adalah sebuah lagu cinta, spesifiknya mengenai bagaimana kita bisa merasa aman ketika kita bersama orang lain seperti berada di rumah sendiri. Lagu ini namun juga mencerminkan hal-hal yang lebih dari itu, dan pada akhirnya mencakup perasaan yang lebih dalam tentang apa arti dari sebuah rumah, di mana akhirnya kita bisa merasa memiliki sebuah tempat atau sesuatu untuk kita berpulang, dan tentunya rasa rindu untuk bisa berhubungan dengan orang lain."
Baca juga : Bella Nova Rilis Single Cinta 24 Jam
Single terbaru ini merupakan kelanjutan dari single sebelumnya, Is This What Love Is?, sebuah lagu yang mencuri perhatian banyak orang dengan permainan pentatoniknya.
Lagu yang menjadi bagian pertama dari teka-teki babak baru untuk duo ini telah menjadi salah satu lagu favorit para fans Wasia Project saat dibawakan langsung di atas panggung.
Judul Isotope untuk EP mereka mendatang ini bukan tanpa alasan. Hubungan unik dari kedua kakak-adik ini menjadi alasannya.
Baca juga : Batas Senja Rilis Single Mungkin Belum Sekarang
Ibarat dua cabang pohon yang berbeda namun tumbuh dari pohon yang sama, sebagai Wasia Project, Gao dan hardy telah menghabiskan lima tahun terakhir ini untuk mencoba mengaplikasikan latar belakang musik klasik mereka ke dalam ranah musik jazz pop. Hasilnya adalah puluhan juta stream secara global. Termasuk dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar 10 negara yang paling sering memainkan musik mereka.
Saat ini mereka sedang mengemban misi untuk memperluas khazanah musik mereka lebih jauh, memadukan musik pop lintas genre dengan memberikan pengalaman konsep audio-visual yang mengesankan, yang akan segera mereka ungkapkan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam lagu-lagu mereka, pendekatan do-it-yourself (DIY) mereka dipadukan dengan pengetahuan mereka bermain musik klasik.
Dalam beberapa lagu, mereka juga berhasil memadukan elemen musik disko dengan jazz, yang pada akhirnya menjadi pembeda duo ini dari proyek musik lainnya yang ada di luar
sana. Karakter vokal Hardy juga dapat disandingkan dengan Rickie Lee Jones dan Joni Mitchell secara karakter dan juga pembawaannya yang dewasa.
Sementara itu, kompleksitas melodi dan lirik yang diciptakan dari band ini mengingatkan kita akan musisi lainnya seperti Mitski, Weyes Blood, Angel Olsen, dan Aldous Harding, beberapa nama yang menginspirasi musik dari Wasia Project.
Gao juga dikenal karena perannya sebagai Tao Xu dalam serial drama hit Netflix Heartstopper dan single Ur So Pretty milik Wasia Project ditampilkan pada adegan penutup musim kedua yang ditayangkan pada awal Agustus 2023. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved