Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DUO Wasia Project, yang dibentuk kakak beradik Will Gao dan Olivia Hardy, resmi merilis single terbaru mereka, Takes Me Back Home.
Dirilis melalui AWAL Recordings, lagu ini adalah sebuah balada yang terdengar lembut namun sekaligus juga menawan.
Mengeksplorasi makna dari memiliki sebuah tempat untuk kembali pulang sekaligus hasrat untuk dapat merasa lebih terhubung dengan seseorang lebih dalam, Takes Me Back Home dirilis bersamaan dengan pengumuman EP kedua mereka yang berjudul Isotope.
Baca juga : Wasia Project Rilis Single Is This What Love Is?
EP mendatangnya akan menjadi sebuah pengalaman musik yang menarik bagi duo asal Inggris ini. Sebab, EP ini menjadi penanda babak baru untuk Wasia Project.
Baca juga : Rendy Pandugo Rilis Single 3..2..1
Dengan aransemen yang lembut, berbagai emosi digambarkan melalui lagu ini lewat nada-nada manis yang dinyanyikan Hardy sepanjang Takes Me Back Home.
Dibalut dentingan piano, dengungan rendah yang diwakili oleh suara organ, dan alunan string, semua menjadi satu untuk menggambarkan perasaan rindu.
Wasia Project mengatakan, "Takes Me Home, pada dasarnya, adalah sebuah lagu cinta, spesifiknya mengenai bagaimana kita bisa merasa aman ketika kita bersama orang lain seperti berada di rumah sendiri. Lagu ini namun juga mencerminkan hal-hal yang lebih dari itu, dan pada akhirnya mencakup perasaan yang lebih dalam tentang apa arti dari sebuah rumah, di mana akhirnya kita bisa merasa memiliki sebuah tempat atau sesuatu untuk kita berpulang, dan tentunya rasa rindu untuk bisa berhubungan dengan orang lain."
Baca juga : Bella Nova Rilis Single Cinta 24 Jam
Single terbaru ini merupakan kelanjutan dari single sebelumnya, Is This What Love Is?, sebuah lagu yang mencuri perhatian banyak orang dengan permainan pentatoniknya.
Lagu yang menjadi bagian pertama dari teka-teki babak baru untuk duo ini telah menjadi salah satu lagu favorit para fans Wasia Project saat dibawakan langsung di atas panggung.
Judul Isotope untuk EP mereka mendatang ini bukan tanpa alasan. Hubungan unik dari kedua kakak-adik ini menjadi alasannya.
Baca juga : Batas Senja Rilis Single Mungkin Belum Sekarang
Ibarat dua cabang pohon yang berbeda namun tumbuh dari pohon yang sama, sebagai Wasia Project, Gao dan hardy telah menghabiskan lima tahun terakhir ini untuk mencoba mengaplikasikan latar belakang musik klasik mereka ke dalam ranah musik jazz pop. Hasilnya adalah puluhan juta stream secara global. Termasuk dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar 10 negara yang paling sering memainkan musik mereka.
Saat ini mereka sedang mengemban misi untuk memperluas khazanah musik mereka lebih jauh, memadukan musik pop lintas genre dengan memberikan pengalaman konsep audio-visual yang mengesankan, yang akan segera mereka ungkapkan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam lagu-lagu mereka, pendekatan do-it-yourself (DIY) mereka dipadukan dengan pengetahuan mereka bermain musik klasik.
Dalam beberapa lagu, mereka juga berhasil memadukan elemen musik disko dengan jazz, yang pada akhirnya menjadi pembeda duo ini dari proyek musik lainnya yang ada di luar
sana. Karakter vokal Hardy juga dapat disandingkan dengan Rickie Lee Jones dan Joni Mitchell secara karakter dan juga pembawaannya yang dewasa.
Sementara itu, kompleksitas melodi dan lirik yang diciptakan dari band ini mengingatkan kita akan musisi lainnya seperti Mitski, Weyes Blood, Angel Olsen, dan Aldous Harding, beberapa nama yang menginspirasi musik dari Wasia Project.
Gao juga dikenal karena perannya sebagai Tao Xu dalam serial drama hit Netflix Heartstopper dan single Ur So Pretty milik Wasia Project ditampilkan pada adegan penutup musim kedua yang ditayangkan pada awal Agustus 2023. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved