Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lagu berjudul Terima Kasih, yang sudah dirilis pada 28 Juni 2024, Batas Senja kembali merilis lagu baru, yang berjudul Mungkin Belum Sekarang, yang merupakan lagu kedua mereka yang menjadi Original Motion Picture Soundtrack dari Film Catatan harian Menantu Sinting (CHMS) garapan Soraya Intercine Films.
CHMS ini merupakan film yang diangkat dari novel karya Rosi L Simamora dan diproduseri serta disutradarai Sunil Soraya.
Lagu tersebut ditulis Masitong, menggambarkan sebuah problematika yang kerap terjadi dalam sebuah hubungan, ketika ego masing masing akan saling mendominasi dan semakin memperkeruh masalah.
Baca juga : Heartwire Rilis Single Baru Bernuansa Post-Metal/Post-Punk
Adalah sebuah solusi terbaik , apabila kita sama sama bisa berfikir dewasa, saling mengingatkan, saling menguatkan, saling melengkapi dan memberikan semangat satu sama lain.
Baca juga : Single Baru Gabriel Prince Terinspirasi dari Kisah Pribadi
Point penting ini di tuangkan pada lirik bagian Bridge dan Reff,
Inginmu inginku, caraku caramu
Ego kita tak satu
Baca juga : BiancaDimas Rilis Single Manusia Paling Menyebalkan
Ku inginkan biru, sedangkan kau abu
Gambar kita tak satu
Tetap di sini jangan kau berubah
Baca juga : Shakira Jasmine Bicara Soal Kisah Cinta yang Salah Tapi Terasa Benar di Single Terbaru
Aku di sini sesat tak tau arah
Harusnya kita tak boleh menyerah
Yakinlah nanti tiba masa yang indah
Proses pembuatan lagu dikerjakan dalam waktu 1 minggu. Diawali dengan preview film di studio yang bertempat di kantor Soraya Intercine Films, dilanjutkan dengan brainstorming bersama Sunil Soraya, selaku produser dan sutradara Film CHMS.
Lagu Terima Kasih diproduksi di Harmonic Records, dengan Masitong sebagai Music Director sekaligus meng-handle proses mixing dan mastering bersama Vian Harmonic.
Lagu Mungkin Belum Sekarang dirilis pada 12 Juli 2024, dengan harapan dapat menambah khazanah musik Indonesia serta kembali dapat diterima dan disukai oleh penikmat musik Indonesia.
Batas Senja adalah band yang dalam setiap lagunya mengusung tentang tema sosial, kehidupan, cinta dan motivasi.
Band ini terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2014, dengan formasi pertama terdiri dari 7 personel yaitu Masitong (guitar vocal), Bella (vocal), Anjas (bass), Juli (cuk), Sarah (akustik gitar), dan Elzino (drum).
Dalam perjalanannya Batas Senja mengalami beberapa kali pergantian personel, hingga pada akhirnya pada 2024, Batas Senja mengusung 7 personel yang terdiri dari Masitong (guitar vocal), Erica (vocal), Yuta (additional vocal), Deny (additional drum), Andree (additional bass), Rey (additional Keyboard), dan Pebian (additional gitar).
Batas Senja telah mengeluarkan beberapa hits single di antaranya Alenia, Kertas dan Pena, Kan Menua, Nanti Kita Seperti Ini, Kemana Kita Hari ini, dan Menceritakanmu. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved