Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HEARTWIRE, proyek solo Fachri Bayu Wicaksono (mantan gitaris Orestes, band death metal Jakarta), merilis single terbaru berjudul Sementara Tenang pada 12 Juli 2024 melalui layanan streaming musik Spotify dan Apple Music.
Single itu merupakan single pertama Heartwire setelah terakhir merilis album kedua bertajuk Dismal Narrative di penghujung 2023 silam.
Berbeda dengan Dismal Narrative yang kental dengan nuansa dark techno, kini, Heartwire mempersembahkan karya yang mengarah pada musik post-metal/post-rock/post-punk.
Baca juga : Single Baru Gabriel Prince Terinspirasi dari Kisah Pribadi
Dalam menanggapi perbedaan genre musik yang dibawakan, Heartwire mengungkapkan hal tersebut dipengaruhi oleh emosinya sebagai seseorang yang mengidap depresi.
Baca juga : BiancaDimas Rilis Single Manusia Paling Menyebalkan
“Heartwire adalah outlet saya dalam bercerita, journaling, dan meluapkan emosi. Kenapa genre musiknya bisa terbentang luas, itu dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran saya, baik di depressive episodes maupun saat manic episodes,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Saya itu kesulitan untuk bercerita secara langsung kepada orang-orang. Saya lebih nyaman berkarya. Bagi saya, membuat lagu menjadi media komunikasi yang lebih efektif.”
Lagu Sementara Tenang sendiri berhasil tercipta berkat pengaruh-pengaruh dalam kehidupan pribadi Heartwire, salah satunya duka terhadap hal-hal yang datang dan pergi dalam waktu yang tidak pernah bisa ditebak.
Baca juga : Shakira Jasmine Bicara Soal Kisah Cinta yang Salah Tapi Terasa Benar di Single Terbaru
“Berusaha berdamai dengan kehilangan itu tidak mudah. Bukan hanya kehilangan orang, namun bisa dari hal-hal lainnya, seperti semangat dan harapan. Jadi kekuatan lagu ini terletak pada nilai bagaimana seseorang bisa mengatasi kedukaan yang dialami,” ujarnya.
Sementara Tenang akan menjadi bagian dari album penuh ketiga yang rencananya akan dirilis di penghujung tahun ini.
Terkait perilisan album ketiga tersebut, Heartwire mengatakan jika motivasinya adalah memberikan semangat kepada teman-teman di luar sana yang selama ini mengalami banyak penolakan atau bahkan tidak diapresiasi, baik di lingkup profesional, pertemanan, atau bahkan keluarga.
Terkait proses penggarapan, Heartwire melakukan rekaman, mixing, dan mastering secara sendiri dengan dibantu oleh Gemuruh Adhityatama atau akrab disapa Gege (mantan drummer Orestes, Grindbuto, dan Divide) sebagai musisi tamu untuk mengisi departemen drum.
Ditanya alasan mengajak Gege sebagai musisi tamu, Heartwire menjelaskan, “Gege memang suka dengan polyrhythmic beats sama seperti saya, jadi untuk kolaborasi juga proses penyesuaiannya sangat mudah. Ditambah saya dan Gege sempat bermain bersama di Orestes untuk jangka waktu yang lama.” (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved