Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menggarap film Pariban, produser Agustinus Sitorus kembali menghadirkan karya terbaru bersama PIM Pictures, yang mengangkat budaya Batak, Harta, Tahta, Boru Ni Raja.
Film drama komedi romantis ini merupakan produksi PIM Pictures bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan Layar Production. Selain memproduseri, Agustinus pun menjadi sutradara.
Harta, Tahta, Boru Ni Raja bercerita tentang Jerry Tan (Panjaitan) yang judul skripsinya selalu ditolak dosen, tertinggal oleh tiga sahabatnya Elin, Aliya dan Hendro yang lulus lebih dulu. Lewat usul teman-temannya, judul skripsinya diterima. Skripsi Jerry membahas tentang sejarah tokoh nasional D.I Panjaitan, dan mengharuskannya pergi ke kampung halaman di Balige untuk pertama kalinya beserta tiga sahabat untuk riset skripsi. Ternyata selain menyelesaikan skripsi, di kampung halaman dia juga harus menyelesaikan kisah cintanya.
Baca juga : Tayang Perdana, ini Jadwal Film Bioskop Jurnal Risa by Risa Saraswati
Film dibintangi Mark Natama Saragi, Novia Situmeang, Frislly Herlind, Fadlan Holao, Fahira Almira, Jenda Ras Yuanda Munthe, Tabita Christabela, Diknal Sitorus, Wahyu Dito, Galih Indharto, Nelson Lumbantoruan, Catherine Panjaitan, serta penampilan Siantar Rap Foundation.
“Ide cerita dan gagasan serta skenario film ini ditulis oleh saya, sehingga saya menginginkan agar proses pengambilan gambarnya sesuai dengan apa yang saya bayangkan sebelumnya dan puji tuhan semua berjalan dengan lancar,” kata Agustinus saat konferensi pers di XXI Epicentrum, (8/7).
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy Bernando Panjaitan menjelaskan film ini adalah film pertama dari rencana delapan film yang akan dibuat oleh BPODT bersama PIM Pictures.
Baca juga : Polda Sumut Kembali Tetapkan 1 Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Wartawan
“Kami sadar film pertama ini masih jauh dari kata sempurna, namun diharapkan film kedua yang berjudul Antara Mama, Cinta dan Surga: Bahasa Cinta Nommensen, yang sudah menyelesaikan proses syutingnya dapat lebih baik dari film Harta Tahta Boru Ni Raja,” kata Jimmy.
Di film Harta, Tahta, Boru Ni Raja, Jimmy menambahkan, tim produksi memiliki visi yang sama, agar anak muda Batak mau membangun kampung halaman sendiri.
“Kami ingin menghadirkan kearifan lokal. Sehingga di film ini banyak hal-hal tentang kearifan lokal yang berkaitan dengan budaya Batak. Lokasinya kami pilih di sekitaran Danau Toba, itu baru sebagian kecil, sisanya lebih bagus,” lanjut Jimmy.
Mark Natama Saragi, yang berperan sebagai Jerry Panjaitan menjelaskan ini adalah kesempatan langka yang ditawarkan kepadanya. Sehingga saat ditawari proyek ini ia langsung menerima.
“Ternyata double combo, dapat liburan sekaligus kerja di Danau Toba. Pastinya project film ini sangat menyenangkan,” kata Mark. (Z-8)
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot
Satgas PRR Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat keluar dari tenda darurat sebelum Idul Fitri 2026
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Sumsel United membidik kemenangan atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara demi menjaga peluang promosi ke Super League. Laga krusial penentuan tiga besar.
Razia kendaraan yang dilakukan Gubernur Sumut Bobby Nasution tidak seharusnya dilakukan karena berpotensi memicu ketegangan antardaerah.
Fraksi PDIP DPR RI menerima audiensi sejumlah masyarakat dari Desa Sihaporas, Kabupaten Simalungun, dan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved