Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND alternative-pop Lomba Sihir membuka lembaran kedua dalam diskografi mereka dengan merilis single bertajuk Menit Tambahan yang digadang bakal menjadi himne untuk perjalanan baru grup musik ini.
"Menit Tambahan dapat diumpamakan sebagai himne penyemangat bagi para audiens musik yang harus memasuki ronde kedua kehidupan yang mungkin lebih berat dibandingkan tantangan yang pernah mereka hadapi sebelumnya," ungkap Lomba Sihir dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (28/6).
Band yang beranggotakan Baskara Putra, Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, dan Tristan Juliano itu mengharapkan Menit Tambahan bisa menjadi karya yang melanjutkan kesuksesan album perdana mereka Selamat Datang Di Ujung Dunia (2021).
Baca juga : Matheo In Rio Rilis Mini Album Other Side
Lomba Sihir menjelaskan Menit Tambahan ini berpangkal dari pengambilan keputusan yang teramat matang dari para anggota seiring dengan pertambahan usia band ini.
Baca juga : Pamungkas Rilis Single New Feeling
"Bila kita bicara tentang waktu, itu artinya kita menyinggung tentang bertambahnya usia, tekanan sosial yang dirasakan seiring kita bertambah usia, kekhawatiran baru setelah pandemi, dan lain sebagainya. Waktu pun kemudian menjadi episentrum bagi album kedua kami kelak -- diawali dengan single pembuka yang bertajuk Menit Tambahan ini," papar mereka.
Karenanya, warna musik Menit Tambahan menjadi lebih lugas untuk memenuhi keinginan Lomba Sihir memasukkan lebih banyak human touch, tidak lagi memperbanyak kehadiran synthesizer atau pun keajaiban dari komputer di lembaran kedua diskografi mereka ini.
"Dari segi emosi pun, misi utama kami adalah bagaimana caranya menyampaikan emosi yang lebih mentah dan blak-blakan. Namun, di sisi lain, kompleksitas emosi yang para pendengar nikmati sejak era Selamat Datang Di Ujung Dunia masih tetaplah utuh," ujar Lomba Sihir.
Baca juga : Penyanyi Cilik Etenia Rilis Single Kedua Semua Rasa
Secara lebih spesifik, Lomba Sihir memandang lagu Menit Tambahan sebagai cerminan perubahan sikap dalam hidup setelah melalui tiga tahun pandemi.
Menurut mereka, tidak hanya berpengaruh pada kesehatan masing-masing individu, pandemi juga turut memengaruhi kesehatan raga dan industri musik Indonesia termasuk juga Lomba Sihir.
"Sebagai band, kami pun melihat masa kini layaknya kesempatan kedua setelah melalui ujian yang cukup panjang. Kesempatan kedua ini patut dimanfaatkan sebaik mungkin, tapi di saat bersamaan, kita tidak bisa menyangkal kekhawatiran bahwa bisa saja ronde kehidupan yang satu ini akan lebih brutal daripada ketika ronde pandemi," kata Lomba Sihir.
Selain single terbaru Menit Tambahan, lembaran kedua Lomba Sihir juga akan turut dibuka dengan konser showcase yang bertajuk 2 Jam Bersama Lomba Sihir, yang siap diselenggarakan pada 24 dan 25 Juli 2024 di Creative Culture Space, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Menit Tambahan akan dapat dinikmati penikmat musik tanah air mulai Jumat (28/6) di beragam digital streaming platform Indonesia. (Ant/Z-1)
Setelah tampil memukau di akhir pekan lalu, ONE OR EIGHT sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi GQ Hong Kong x Vogue Hong Kong Double Vision gala.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Pengumuman ini menandai babak baru bagi Celine Dion setelah empat tahun berjuang melawan Stiff Person Syndrome kondisi neurologis langka yang sempat melumpuhkan dirinya.
Mengusung genre bittersweet pop, USOTSUKI dari STARGLOW menyajikan kontras yang unik antara aransemen musik yang ceria dengan lirik penuh penyesalan tentang cinta yang telah usai.
Melalui tur bertajuk Turn The Page in Asia, Sirup dijadwalkan menyambangi Seoul, Taipei, dan Bangkok pada musim panas ini.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Mengusung genre bittersweet pop, USOTSUKI dari STARGLOW menyajikan kontras yang unik antara aransemen musik yang ceria dengan lirik penuh penyesalan tentang cinta yang telah usai.
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
PIKOTARO berhasil mengemas proses belajar ke kamar mandi menjadi sebuah perayaan musik yang penuh warna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved