Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Eropa, para pemerintah memberlakukan regulasi terhadap platform streaming global yang beroperasi di negaranya guna melindungi para kreator dalam negeri dan turut menguntungkan ekonomi kreatif negaranya.
Di Indonesia, dinilai justru saat ini bisa menemukan cara yang cukup baik dalam mensinergikan platform streaming global untuk pertumbuhan industri film nasional.
Beberapa platform streaming global yang beroperasi di Indonesia seperti Netflix misalnya, bekerja sama dengan Kemendikbudristek untuk melakukan program-program pengembangan talenta baru dan muda di sektor film. Seperti lokakarya hingga laboratorium pengembangan.
Baca juga : Ajang KILA 2024 Menginspirasi Para Guru
Stafsus Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Alex Sihar mengatakan, tujuan utamanya adalah memberikan keuntungan bagi para kreator dalam negeri untuk mendapat keuntungan dari beroperasinya platform streaming global di Indonesia. Sementara proses produksi konten, masih jadi tantangan tersendiri bagi industri film Indonesia, melihat keterbatasan talenta berkualitas yang tersedia.
“Beberapa tahun belakang, pemerintah dengan Netflix misalnya kami melakukan program dan upaya-upaya yang terintegrasi dengan industri produksi konten/film. Sehingga secara ekosistemnya juga ikut bertumbuh, seperti pengembangan talenta,” kata Alex dalam diskusi panel Asia-Europe: Common Stakes for The Film Industry di Cannes International Film Festival 2024 di Plague du CNC, pantai Mademoiselle Gray, Cannes, Prancis, Sabtu, (18/5/2024).
Alex juga menilai, situasi industri dan ekosistem perfilman Indonesia berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa. Di Indonesia, ia menilai baik konten digital maupun sinema konvensional seperti jaringan bioskop sama-sama hidup dan bertumbuh.
Baca juga : PARFI ’56 Semarakkan #HariFilmNasional2024 dengan Tema ‘Aktor Tangguh, Industri Tumbuh’
Ia merujuk, perusahaan jaringan bioskop juga terus melakukan ekspansi penambahan layar, dibarengi dengan peningkatan jumlah penonton film Indonesia yang mencapai angka 51-52 jutaan per tahunnya.
“Tapi masalahnya, di era digital ini kami memang masih sangat kewalahan perihal pembajakan konten. Itu tantangan besar dan utamanya. Kami belum memiliki regulasi dan skema atau alat yang signifikan untuk memerangi pembajakan.”
Sementara itu, di Korea Selatan sendiri terjadi situasi platform streaming global sangat dominan sehingga menggerus perusahaan platform streaming/penyedia konten lokal. Memang, konten drakor jadi fenomena global. Tapi, itu didorong atas ekspansi dan investasi platform streaming global terhadap industri konten Korea Selatan.
Kim Donghyun dari KOFIC (Korean Film Council) mengungkapkan, situasi platform streaming lokal Korsel tidak berada di level yang sama untuk bisa berkompetisi dengan platform global.
“Situasinya sebenarnya sulit dan kompleks. Di Korsel, platform streaming lokal sangat struggling. Mereka bisa dikatakan tidak hasilkan profit dan menghadapi risiko tutup atau merugi secara bisnis,” papar Kim. (Z-3)
Istana merespons adanya dugaan teror terhadap sejumlah kreator konten yang kerap mengkritik program pemerintah.
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
EKOSISTEM kreator digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
FIKI Naki baru saja menggelar pernikahan bersama Tinandrose. Upacara pernikahan yang berlangsung pada Senin, (24/11) itu pun disiarkan secara langsung melalui akun Tiktoknya.
FIKI Naki baru saja menggelar pernikahan bersama Tinandrose. Upacara pernikahan yang berlangsung pada Senin, (24/11) itu pun disiarkan secara langsung melalui akun Tiktoknya.
Program itu merupakan bagian dari hibah BIMA 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved