Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CITRA Kirana dan Rezky Adhitya siap memulai petualangan baru dalam dunia perfilman Indonesia. Mereka akan berkolaborasi di film berjudul Keajaiban Air Mata Wanita. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (7/5), keduanya berbagi antusiasme dan tantangan yang mereka hadapi menjelang pembuatan film itu.
"Seru sih bisa shooting bareng istri, Citra. Ini adalah tantangan yang besar bagi kita. Semoga kita bisa berkolaborasi dengan baik," ucapnya penuh semangat.
Rezky menjelaskan bahwa proyek tersebut saat ini masih dalam tahap praproduksi. Masih banyak persiapan dan pembacaan skenario yang sedang dilakukan.
Baca juga : Natasha Rizki Kembali ke Layar Lebar dengan Film Keajaiban Air Mata Wanita
Sementara Citra mengungkapkan bagaimana dirinya dan suaminya bisa terlibat bersama dalam Keajaiban Air Mata Wanita. Menurut dia, Bahagia Pictures mencari sosok suami istri. Pasalnya, Bahagia Pictures ingin ingin mempertontonkan kehidupan nyata pasangan suami istri secara autentik dalam sebuah film.
Namun, Citra juga mengakui bahwa menumbuhkan chemistry dengan suaminya sendiri menjadi sebuah tantangan baginya. "Aku pribadi merasa sulit untuk memainkan peran dengan suami. Apakah kita bisa menampilkan chemistry seperti saat pacaran atau baru menikah, ataukah ada yang berbeda yang harus kita tumbuhkan lagi," ujarnya.
Citra juga menegaskan bahwa meskipun bekerja sama dalam proyek ini, dirinya dan Rezky tidak harus selalu tampil bersama. "Jadi ke depannya, enggak harus satu proyek, tapi jika memang ada peran yang cocok, kita akan menjalani. Namun, jika hanya saya saja juga tidak apa-apa, semua tergantung pada karakter," tambahnya dengan lugas.
Baca juga : Cara Salsabila, Putri Asma Nadia Tulis Cerita Anak yang Menarik
Citra dan Rezky pun melihat tantangan ini sebagai bagian dari perjalanan mereka dalam dunia seni peran. Mereka berharap penonton dapat merasakan kebahagiaan dan emosi yang mereka tuangkan dalam karya mereka.
"Dengan segala tantangan ini, semoga penonton bisa merasakan kebahagiaan dan kehilangan yang kami rasakan. Semoga karya kami dapat menyentuh hati banyak orang," tutup Citra.
Adapun Keajaiban Air Mata Wanita terinspirasi dari kumpulan kisah yang terdapat dalam buku terlaris selama 5 tahun berturut-turut yang berjudul 'Rahasia Magnet Rezeki' karya Nasrullah.
Kisah-kisah yang menginspirasi di buku itu diharapkan akan memberikan sudut pandang baru tentang kehidupan dan membawa pesan-pesan positif kepada penonton. Dengan landasan yang kuat dari buku tersebut, para penggemar dapat mengantisipasi sebuah narasi yang kaya dan mendalam dalam film ini. (Z-6)
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
Keajaiban Air Mata Wanita dibintangi oleh pasangan suami – istri Citra Kirana dan Rezky Aditya, Natasha Rizky, Yessy Gusman, dan Baby Zelvia.
Pihak yang melaporkan Rezky Adhitya merupakan seorang guru bernama Julliana. Dia menilai video syur dengan pemeran mirip sang selebritas berdampak negatif bagi generasi muda.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved