Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI dari Indonesia, Afrika Selatan, Australia, dan Amerika Serikat (AS) berkolaborasi untuk merilis lagu solidaritas untuk Palestina berjudul Gaza's Child. Kolaborasi ini mengangkat seruan solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan Palestina.
Gaza's Child mewakili salah satu simbol harapan dan kegigihan Palestina dalam menghadapi pendudukan dan genosida yang tengah berlangsung. Lirik lagu Gaza's Child selaras dengan perjuangan yang dihadapi rakyat Palestina, khususnya ribuan anak Palestina yang dibunuh oleh Israel sejak 7 Oktober 2023 sehingga menyoroti perlunya keadilan dan perdamaian.
Musik selalu menjadi alat yang ampuh untuk mengekspresikan emosi, menyampaikan pesan, dan menumbuhkan rasa persatuan. Sepanjang sejarah, para musisi telah menggunakan keahlian mereka untuk mengatasi permasalahan sosial dan politik, serta memberikan perhatian pada hal-hal yang membutuhkan solidaritas global.
Baca juga : Anak-Anak Israel Nyanyikan Lagu Pemusnahan Semua Orang Gaza
Gaza's Child adalah salah satu contoh bagaimana musik dapat melampaui batas dan memperkuat suara orang-orang yang tertindas.
Baca juga : 9 Warga Palestina Tewas Dibom Israel saat Kumpulkan Bantuan Kemanusiaan
Kolaborasi internasional di balik lagu solidaritas ini menunjukkan kekuatan besar musik dalam menciptakan kesadaran dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
Para seniman dari empat negara berbeda ini bersatu untuk menyumbangkan suara dan bakatnya dalam menciptakan sebuah lagu yang kuat dan berbicara dalam bahasa universal: solidaritas. Kolaborasi global ini tidak hanya menyoroti solidaritas terhadap Palestina tetapi juga menekankan universalitas musik sebagai bahasa yang dapat dipahami semua orang.
Gaza's Child menyatukan empat musisi dari berbagai penjuru dunia: Afrika Selatan, Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Tiap musisi ini menyumbangkan keahliannya masing-masing sehingga menghasilkan perpaduan suara dan emosi yang harmonis. Para musisi yang terlibat dalam proyek ini adalah:
Baca juga : Hamas Sebut Pilot Aaron Bushnell Pahlawan Kemanusiaan, Ungkit Kisah Tragis Rachel Corrie
1. Emma Brunette
Vokalis asal Afrika Selatan yang dikenal dengan vokalnya yang penuh jiwa. Brunette menjadi vokalis perempuan di lagu ini.
2. Yab Sarpote
Baca juga : Teriakkan Free Palestine, Aksi Bakar Diri Pilot AS Tinju Wajah Joe Biden
Penyanyi dan penulis lagu solo pop, folk, balada, dan akustik Indonesia yang dikenal dengan lagu-lagunya yang berbicara tentang persoalan kemanusiaan di Indonesia, antara lain penindasan yang dilakukan Indonesia di Papua Barat, pembunuhan dan penghilangan paksa orang-orang selama rezim Order Baru dan setelahnya, komunitas yang terpinggirkan, dan penindasan gender.
Yab menulis lirik dan keseluruhan cerita Gaza's Child serta menjadi vokalis laki-laki di lagu ini.
3. John Dave
Baca juga : Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva Ulangi Pernyataan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Penyanyi dan penulis lagu profesional dari Australia. Dengan pengalaman 28 tahun sebagai gitaris, Dave telah menulis, membawakan, dan merekam musik selama lebih dari dua dekade.
Dave memiliki repertoar yang luas, telah menulis ratusan lagu untuk berbagai proyek. Kontribusinya dalam kolaborasi ini adalah mentransformasikan lirik dari Yab Sarpote menjadi sebuah lagu yang indah. Dave juga menuliskan aransemen untuk gitar, bass, dan piano di lagu ini.
4. Gabe Wolf
Baca juga : Kuba: Amerika Serikat Terlibat dalam Genosida Israel terhadap Rakyat Palestina
Seorang audio engineer yang sangat berpengalaman dari AS yang sempat menggarap proyek-proyek dengan beberapa band musik rock terbaik saat ini, antara lain Kurt Vile, Middle Kids, The Paper Kites, dan banyak lagi.
Wolf berkontribusi pada proyek ini dengan melakukan editing, mixing, dan mastering lagu ini.
Lirik Gaza's Child memotret satu sisi perjuangan dan aspirasi rakyat Palestina, khususnya ribuan anak-anak Palestina yang menderita akibat genosida yang sedang berlangsung.
Baca juga : AS Ingin Gencatan Senjata Sementara di Gaza, Hamas Ogah
Lirik lagu ini memberikan gambaran yang nyata tentang genosida yang dihadapi oleh Palestina, sekaligus mengungkapkan harapan yang mendalam bagi perdamaian dan keadilan. Lagu ini menjadi seruan solidaritas dan seruan untuk bertindak, mendorong pendengar untuk bersatu mendukung Palestina.
Liriknya menyentuh topik-topik relevan seperti kegigihan, harapan, hak-hak anak, dan masalah para pengungsi.
Liriknya juga menyoroti pentingnya mengakhiri pendudukan dan genosida yang sedang berlangsung di Palestina.
Baca juga : 29.092 Orang Tewas Selama Genosida Israel di Gaza
Pesan ini sangat tepat waktu, mengingat sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 8.000 anak Palestina telah dibunuh, atau setara dengan satu anak dibunuh setiap 15 menit.
Kolaborasi di balik "Gaza's Child" menjadi inspirasi bagi kolaborasi masa depan yang bertujuan untuk mengangkat isu-isu yang memerlukan dukungan global. Kekuatan musik untuk menciptakan kesadaran dan mendorong perubahan telah terbukti berkali-kali, dan lagu solidaritas ini merupakan bukti kekuatan solidaritas yang abadi melalui musik.
Seiring dengan kemajuan teknologi, musisi dan seniman dari berbagai belahan dunia dapat dengan mudah terhubung dan berkolaborasi sehingga meruntuhkan dinding geografis dan memfasilitasi kolaborasi yang bermakna. Hal ini membuka kemungkinan tak terbatas untuk kolaborasi musik pada masa depan yang dapat meningkatkan persatuan, pemahaman, dan solidaritas.
Gaza's Child menjadi contoh lagi bagi para musisi yang ingin menggunakan karyanya untuk memberikan dampak positif pada masyarakat dan menyerukan keadilan. (RO/Z-1)
Investigasi Al Jazeera mengungkap dugaan penggunaan bom termobarik dan amunisi tritonal oleh Israel di Gaza. Sebanyak 2.842 warga Palestina dilaporkan hilang sejak 2023.
Indonesia manfaatkan keanggotaan Dewan Perdamaian (BoP) untuk kawal hak Palestina & solusi dua negara. Presiden Prabowo juga akan tekan tarif resiprokal di AS.
Baznas bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Mesir menyerahkan lima unit Mobile Clinic dari Tempo Scan untuk mendukung penyediaan layanan kesehatan darurat.
PBNU mendukung Presiden Prabowo menghadiri KTT Board of Peace di AS untuk solusi Gaza. Gus Ulil sebut ini langkah diplomasi realistis meski menuai kritik.
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Pep Guardiola tegaskan komitmen suarakan korban konflik global, mulai dari Palestina, Ukraina, hingga Sudan. Ia sebut kekerasan massal sebagai masalah bersama umat manusia.
Afrika Selatan usir utusan Israel Ariel Seidman atas tuduhan penghinaan kedaulatan. Israel membalas dengan mengusir diplomat Afsel Shaun Byneveldt dalam 72 jam.
Kejaksaan Istanbul keluarkan surat penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat lainnya atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
PENGADILAN rakyat internasional yang meneliti konflik di Gaza menyatakan Israel bersalah telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina
Navi Pillay menegaskan bahwa seruan gencatan senjata tidak mengubah temuan PBB yang menyatakan Israel bertanggung jawab atas tindakan genosida.
Perang yang menghancurkan di Gaza kini memasuki tahun ketiganya, menjadikannya konflik terpanjang yang pernah dijalani Israel sejak perang 1948, ketika negara itu berdiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved