Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Joko Anwar mengaku sempat menolak untuk meneruskan proyek filmnya dengan studio di AS demi memproduksi film ke-10nya, Siksa Kubur.
Film panjang ke-10 sutradara Joko Anwar, Siksa Kubur, mulanya dijadwalkan untuk diproduksi pada 2024. Namun, pada Agustus 2023 lewat Instagram ia mengumumkan memajukan jadwal syuting film horor religi tersebut, yang dimulai pada 23 September 2023.
Dengan majunya jadwal syuting, maju pula jadwal rilis film Siksa Kubur ke 2024. Film Siksa Kubur akan tayang di bioskop pada 10 April 2024, atau pada momen lebaran.
Baca juga : Rilis Teaser Poster, Film Horor Siksa Kubur Besutan Joko Anwar Segera Tayang di Bioskop
Ternyata, ada alasan di balik dimajukannya jadwal syuting dan tayang film Siksa Kubur. Sutradara peraih dua Piala Citra sutradara terbaik pada FFI 2015 dan 2020 itu mengatakan, dirinya sempat mundur dari proyek film produksi Hollywood demi film panjang ke-10nya itu, yang disebutnya akan menjadi momentumnya dalam karier industri film.
“Sebenarnya aku juga cukup meromantisasi film ke-10 ku, yang menurutku itu angka yang paling bermakna. Ketika aku sempat mengumumkan Siksa Kubur yang harusnya syuting pada 2024 maju ke 2023, cerita di baliknya sebenarnya pada 2023 itu harusnya syuting di Hollywood. Menjadi pergulatan batin, ketika itu. beberapa teman bilang, ‘masak, film ke-10 masih mau sama kayak yang lo bikin sebelum-sebelumnya, film-film yang entertaining, dan lain-lain?’ Jadi aku tolak (proyek film Hollywood). Ya memang berisiko, tetapi risiko yang worth it,” cerita Joko dalam content day di kantor rumah produksi Come and See, Cipete, Jakarta Selatan, Senin, (4/3).
Menggarap Siksa Kubur, yang memiliki irisan tema tentang ajaran religi agama Islam, juga membutuhkan waktu yang lama bagi Joko. Baginya, menggarap tema ini butuh kematangan sebagai kreator dan juga sebagai manusia. Sebab itu, film yang juga dikembangkan dari film pendeknya pada 2012, Grave Torture, baru bisa dikerjakan setelah ia mengerjakan berbagai proyek film.
Baca juga : Joko Anwar Siapkan Film Siksa Kubur untuk Tayang Tahun Depan
“Bahayanya, jika Siksa Kubur tidak dikerjakan dengan hati-hati malah kesannya main-main. Alih-alih dapat sodaqoh jariyah malah dapat dosa jariyah dan siksa kubur. Salah satu yang kami diskusikan juga, adalah desain cerita, representasinya akan seperti apa. Ketika sudah punya kekuatan dengan track record film-filmku ditonton banyak orang, kalau tidak digunakan untuk yang berguna rasanya percuma. Penceritaan di Siksa Kubur kami bikin untuk mass audience, bukan yang arthouse dan segmented. Agar orang tertarik dengan karakternya,” lanjut Joko.
Film Siksa Kubur dibintangi deretan bintang pemeran Indonesia dari berbagai generasi di antaranya Faradina Mufti, Reza Rahadian, Fachri Albar, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Niniek L Karim, Jajang C. Noer, Muzakki Ramdhan, Widuri Puteri, Happy Salma, dan Putri Ayudya.
(Z-9)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Film ini biasanya menampilkan unsur menyeramkan seperti makhluk gaib, misteri, suasana gelap, atau kejadian menegangkan.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved